BANDUNG, PelitaJabar – Bulan puasa bukan berarti para atlet berleha-leha alias tidak melakukan latihan selama menjalani Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON XXI 2024 Jabar. Pengaturan dan perubahan jadwal latihan dilakukan para pelatih dengan tetap mengkedepankan program yang jelas dan sesuai target.
“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya saat memasuki bulan puasa, latihan tidak berhenti. Latihan berjalan seperti biasa sesuai program yang sudah ditetapkan tim pelatih. Dan kami selalu berkoordinasi dengan Binpres KONI Jabar,” kata pelatih Kempo Maria Soh Lim kepada PJ Sabtu (16/3/2024).
Hanya saja kata mantan atlet Nasional Kempo ini, durasi latihan harus dikurangi dari hari-hari biasa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sore latihan tetap setiap hari. Hanya saja durasinya dikurangi dan waktu disesuaikan. Yaitu 2 jam sebelum buka dan 2 jam setelah berbuka puasa,” kata Maria.
Kadang-kadang kata dia para atlet yang sudah terbiasa latihan tidak memperdulikan durasi latihan yang harus para pelatih minta dikurangi.
Mungkin sebut Maria atlet Kempo sudah biasa latihan disiplin dan terukur yang diberikan pelatih. Sehingga latihan berlangsung sama seperti hari-hari biasa.
“Mereka kita kasih tahu kok. Bahwa latihan selama bulan puasa agak sedikit dikurangi intensitasnya. Iya sih iya. Tapi latihan tetap saja sama seperti hari-hari biasa. Ya sudah, “gas keun” saja. Tapi tetap kita awasi. Biar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,”ucap Maria.
Selama satu Minggu para atlet-atlet Kempo yang bakal menjadi duta-duta atlet Jawa Barat di PON XXI Sumatera Utara dan Aceh 2024 ini terus melakukan latihan di GOR Sasakawa Bandung.
“Kita hanya libur hari Rabu saja,” ucap Maria. Loh kok..? Bukannya Sabtu atau Minggu.?
“Itu hasil kesepakatan para atlet dan pelatih. Maunya libur Rabu, ya kita ikutin aja. Anak-anak maunya Rabu. Soalnya Sabtu dan Minggu kita latihan full day. Padahal biasanya Cabor lain memilih libur Minggu. Hanya kempo kayaknya yang beda,” pungkasnya. Joel