BANDUNG, PelitaJabar – Peluncuran program “Jabar Istimewa” menjadi bagian dari upaya pengembangan sepak bola di wilayah Jawa Barat.
Demikian ditegaskan Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna saat Launching Liga Jabar Istimewa tahun 2026 sekaligus halal bi halal Lebaran Sepak Bola Jabar di aula Aprov PSSI Jabar jalan Lodaya Kota Bandung, Jumat malam 3 April 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pembinaan olahraga, khususnya sepak bola.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sudah menerima penjelasan langsung dari Plt ketua Asprov PSSI Jabar Bu Vivin Cahyani dan Plt Sekjen Asprov PSSI Jabar Kang Muhamad Jaelani Saputra terkait berbagai program strategis yang akan dijalankan,” beber Bucky.
Dirinya juga mendapatkan penjelasan dari Plt Asprov dan juga Plt Sekjen Asprov PSSI Jabar.
“Perhatian PSSI terhadap sepak bola Jabar ternyata luar biasa,” ucap calon kuat Ketua Asprov PSSI Jabar ini.
Salah satu program unggulan yang disoroti adalah rencana pemberian lisensi bagi 2.500 pelatih di Jawa Barat. Program ini dimulai dari lisensi D.
Dengan harapan ke depan para pelatih dapat meningkatkan kompetensinya hingga lisensi C dan B.
Selain itu, Buky juga mengapresiasi program “Satu Anak Satu Bola” yang dinilai sangat penting dalam pembinaan usia dini.
Menurutnya, kedekatan anak dengan bola sejak kecil akan membentuk keterampilan dasar yang kuat.
“Kalau kita mau mencetak pemain sejak usia dini, kakinya harus terbiasa dengan bola. Bahkan secara sederhana, bola itu harus selalu dekat, supaya menyatu dengan jiwa raganya,” jelasnya.
Ia juga mendorong adanya sistem talent scouting yang terstruktur untuk menjaring bakat-bakat muda di Jawa Barat.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan ada beasiswa bagi anak-anak berbakat agar bisa fokus mengembangkan kemampuan sepak bolanya.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Provinsi Jawa Barat, Vivin Cahyani, menegaskan, upaya menjadi yang terbaik dalam sepak bola Indonesia harus dilakukan secara menyeluruh.
Namun, dengan jumlah pelatih berlisensi baru sekitar 2.000 orang, dinilai masih jauh dari ideal dan perlu segera ditingkatkan secara signifikan.
“Dari 50 juta penduduk Jabqr, kita baru punya sekitar 2.000 pelatih berlisensi. Itu jumlah yang sangat sedikit dan harus kita kejar,” ujar Vivin.
Dia menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur, khususnya ketersediaan lapangan sepak bola.
Ia berharap program “satu kecamatan satu lapangan” dapat segera direalisasikan pemda guna menunjang pembinaan usia dini.
“Kalau pelatih sudah banyak, anak-anak juga antusias, tapi lapangan terbatas dan mahal, tentu ini juga jadi hambatan besar dalam mencetak pemain,” paparnya.
Mantan atlet basket putri Nasional ini juga turut menekankan pentingnya program “Satu Anak Satu Bola” atau SIMPLE.
Berdasarkan hasil riset internal, keterbatasan jumlah bola menjadi kendala dalam proses latihan di banyak sekolah sepak bola (SSB).
Hadir Sekretaris Dispora Jabar Gilang Syailendra mewakili Sekda Jabar dan Ketua Umum PSSI Kota Bandung H. Yoko Angga Surya. Joel








