MyRepublic Indonesia Dorong Percepatan Akses Digital di Tanah Air, Begini Strateginya

- Penulis

Selasa, 7 April 2026 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hendra Gunawan (kedua kiri) bersama para pemateri lainnya di seminar FTTH dan FWA yang diinisiasi oleh ITB. PJ/Mal

Hendra Gunawan (kedua kiri) bersama para pemateri lainnya di seminar FTTH dan FWA yang diinisiasi oleh ITB. PJ/Mal

BANDUNG, PelitaJabar – Menurut data Cloud Computing Indonesia dan Facebook, pengguna internet di Indonesia pada 2025 lalu tercatata sekitar 229 hingga 230 juta. Meski 79,5% – 80,66% dari total populasi sudah terhubung ke internet, namun penetrasi pasar belum merata, sehingga diperlukan gebrakan agar akses digital dapat dirasakan seluruh masyarakat.

Hendra Gunawan, Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia menyebutkan, pihaknya mendukung percepatan pemerataan akses digital nasional.

“Untuk FTTH kita fokus di network solution ya, sedangkan di ritelnya kita punya solusi pertama di FTTH dan FWA. Saat ini kita hadir di 162 kota, atau 11 juta rumah sudah tercover,” beber Hendra menjawab PJ disela seminar bertajuk “FTTH, FWA & Mobile Broadband : Strategi Manakah yang Terbaik untuk Mempercepat Pemerataan Akses Digital Indonesia,” di Aula Timur ITB, Selasa 7 April 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disinggung soal tarif, adanya FWA ini dengan harga Rp 100 ribu per bulan plus ppn, akan menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat.

“Angka ini bagi kami cukup challanging tapi masih visible untuk dilakukan. Tentu saja banyak hal yang harus dioptimalisasi, dari 3 komponen spek terbesar yaitu sewa tower, transmisi dan listrik. Jadi bagaimana mengoptimalisasi 3 spek tersebut,” papar Hendra.

Menurutnya, dengan tarif Rp 100 ribu perbulan untuk FTTH sangat mungkin, karena pihaknya menggunakan jaringan 5G.

“Sekarang ini kita menggunakan teknologi 5g, dimana kapasitasnya besar, jumlah pelanggan yang bisa dilayani dalam satu area itu bisa tercover lebih banyak, dengan speed yang cukup edequete atau kecepatan internet yang memadai,” ucapnya.

Sementara, Dr. Denny Setiawan, S.T., M.T., Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, mengatakan, berbicara fiber, biaya paling mahal bukan di optik, namun di penggelarannya.

“Jadi intinya memang harus kolaborasi agar penetrasi pasar bisa dicapai. Jadi kesimpulannya semua harus saling membantu karena tidak semua bisa pakai kabel. Untuk itu harus berbagi strategi ya, salah satunya harus dibangun fiber sebagai backgroundnya,” pungkas Denny.

Narasumber Dr. Ir. Ian Josef Matheus Edward, M.T., Merza Fachys, Sekretaris Jendral Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mengungkapkan, berbagai tantangan dan strategi dalam mengembangkan jaringan FTTH dan FWA khususnya dalam menjawab kebutuhan konektivitas di berbagai wilayah Indonesia.

Seperti diketahui, FTTH atau Fiber to the Home adalah layanan internet serat optik langsung kerumah untuk kecepatan tinggi dan stabil. Sementara FWA atau Fixed Wireless Access merupakan internet nirkabel (wireless) 4G/5G yang dipancar dari BTS ke modem rumahan, lebih praktis tanpa kabel. ***

Komentari

Berita Terkait

Fasilitasi Peserta Magang, Menaker Siapkan Reward Bagi Perusahaan
Buntut Gangguan KA Bangunkarta, 5 KAJJ Harus Lintasi Wilayah Daop 2 Bandung
FSI Jabar Gelar Coaching Clinik di Raharjo Budokan
Meski Keuangan Minim, Pentathlon Jabar Sabet Juara Umum di Kejurnas MPI 2026
Ratusan Karateka “Banjiri” Kejurnas Gojuryu Karate – Do Association Indonesia
PSSI Luncurkan Jabar Istimewa, Satu Anak Satu Bola
Nikmati Liburan Keluarga Penuh Petualang di L’Eminance Golf & Resort Lembang
Penjualan Tiket KA Capai 440 Ribu Lebih, Jakarta & Jateng Jadi Tujuan Favorit

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 18:20 WIB

MyRepublic Indonesia Dorong Percepatan Akses Digital di Tanah Air, Begini Strateginya

Selasa, 7 April 2026 - 07:45 WIB

Fasilitasi Peserta Magang, Menaker Siapkan Reward Bagi Perusahaan

Senin, 6 April 2026 - 18:43 WIB

Buntut Gangguan KA Bangunkarta, 5 KAJJ Harus Lintasi Wilayah Daop 2 Bandung

Minggu, 5 April 2026 - 15:47 WIB

FSI Jabar Gelar Coaching Clinik di Raharjo Budokan

Minggu, 5 April 2026 - 12:12 WIB

Meski Keuangan Minim, Pentathlon Jabar Sabet Juara Umum di Kejurnas MPI 2026

Berita Terbaru

Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Savate Indonesia (FSI)  Jawa Barat menggelar kepelatihan atau

FEATURED

FSI Jabar Gelar Coaching Clinik di Raharjo Budokan

Minggu, 5 Apr 2026 - 15:47 WIB