BANDUNG, PelitaJabar – Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Savate Indonesia (FSI) Jawa Barat menggelar kepelatihan atau “Coaching Clinic” sehari penuh di Raharjo Budokan Jalan Cisintok Kadumulya, Cihanjuang, Minggu 5 April 2026.
Ketua Umum Pengprov FSI Jabar Yuyu Wahyudiana menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti para pelatih, wasit dan juri se-Jawa Barat dengan 40 peserta.
“Orientasi dari kegiatan in adalah pertama peningkatan kompetensi. Dan kedua, menambah wawasan para wasit itu sendiri. Karena Savate adalah olahraga baru jadi harus ditingkatkan wawasannya,” jelas Yuyu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini baru pertamakali dilaksanakan. Karena selama ini hanya melalui “zoom meeting”.
“Dan coaching clinic ini baru pertamakali digelar disaat saya menjabat ketua Pengprov FSI Jabar,” tambah Yuyu.
Dikatakan, pengenalan olahraga Savate di masyarakat sudah cukup menyebar di 15 Kabupaten dan Kota. Namun yang baru teradministrasi dan diakui KONI daerah baru 13 Pengcab.
“Kegiatan semacam ini adalah supaya Savate lebih dikenal para wasit dan juri dan memahami aturan. Karena dari masing-masing pelatih ada dari berbagai disiplin beladiri. Jadi kadang terbawa arus beladiri yang lama. Selain itu kegiatan ini dgelar dalam rangka menghadapi Porprov 2026 Jawa Barat,” papar Yuyu.
Terdapat dua nara sumber yang didatangkan Pengprov FSI Jawa Barat dari FSI Pusat. Masing-masing Ir. Eko Puji Raharjo dan Akuma.
Ditambahkan, Savate sudah menjadi cabor Olympic Martial Arts bersama beladiri Olympic lainnya, seperti Karate, Judo, Sambo di World Combat Games.
“World Combat Games adalah salah satu event Sport Accord di bawah International Olympic. Rencananya Indonesia diminta menjadi tuan rumah World Combat Games ini tahun depan di Jakarta,” ucap Yuyu lagi.
Adalah suatu terobosan besar sebut Yuyu, karena Olimpiade beladiri atau multi-event beladiri dunia itu bisa diselenggarakan di Indonesia. Karena di Indonesia sendiri sudah ada namanya yaitu Martial Art Games Indonesia atau PON Beladiri.
“Jadi setahu saya, PON Beladiri itu adalah untuk Nasional. Jenjang ke Asianya adalah AIMAG atau Asian Indoor Martial Art Game. Sementara lingkup dunianya adalah World Combat Games,” jelasnya.
Senada Sekretaris Umum FSI Jabar Dini Arianti mengatakan, pada 28 April mendatang atlet-atlet Jawa Barat juga akan berangkat menuju Kejuaraan Asia di Nepal, Kathmandu.
Indonesia mengirimkan 23 atlet. Dan lima atlet dari Jawa Barat.
“Nanti kita juga akan minta restu dari Ketua Umum KONI Jawa Barat, Prof Budiana, untuk bisa melepas atlet Jawa Barat ini menuju ke Kejuaraan Asia. Karena Kejuaraan Asia ini adalah bagian daripada babak kualifikasi menuju World Combat Games,” tutur Dini.
Dini menyebutkan untuk World Combat Games tahun 2027, Indonesia dapat kehormatan menjadi tuan rumah.
“Melalui Kemenpora dan KOI kemarin saya dengar ada rapat juga di sana terkait World Combat Games. Jadi kemungkinan besar akan dilaksanakan di Jakarta, Indonesia. Nah itu satu kebanggaan karena Indonesia bisa menjadi tuan rumah Martial Art Game multi-event,” pungkasnya. Joel








