Sepi, Hari Anti Korupsi Dunia di Garut Soroti Hibah & Aset

- Penulis

Selasa, 9 Desember 2025 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari Anti Korupsi sedunia berlangsung sepi di Garut. PJ/Jang

Hari Anti Korupsi sedunia berlangsung sepi di Garut. PJ/Jang

GARUT, PelitaJabar – Peringatan Antikorupsi Sedunia yang jatuh pada 9 Desember tahun ini terasa hening di Kabupaten Garut. Tak ada hiruk pikuk aksi massa, suara lantang dan orasi di ruang terbuka. Kontras dan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana para aktivis antikorupsi turun ke jalan menyuarakan perlawanan terhadap praktik busuk yang menggerogoti negara.

Dudi Supriyadi, pemerhati sekaligus aktivis antikorupsi Garut, menyayangkan redupnya atmosfer hari yang seharusnya menjadi pengingat kolektif akan bahaya korupsi.

DPD Laskar Indonesia Garut pada tahun-tahun sebelumnya selalu melakukan unjuk rasa damai sebagai bentuk kampanye publik dan seruan moral agar masyarakat tidak bungkam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tapi momentum mengingatkan hak dan peran masyarakat dalam pemberantasan korupsi,” ujarnya kepada PJ, Selasa 9 Desember 2025.

Dudi kembali mengutip dasar hukum yang menguatkan partisipasi publik.

UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, beserta perubahan dalam UU 20 Tahun 2001, serta UU 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN, hingga PP 43 Tahun 2018 yang menjelaskan tata cara pelibatan masyarakat, menjadi pondasi hukum bagi warga mencari, memperoleh, dan memberikan informasi terkait dugaan tindak korupsi.

Payung hukum itu, tegasnya, bukan untuk dipajang, tetapi dijalankan. Dudi memberi sinyal waspada.

“Garut memiliki titik rawan dalam tata kelola keuangan daerah, khususnya pada sektor pengadaan barang dan jasa, belanja hibah, serta pengelolaan aset milik daerah. Risiko penyimpangan selalu ada bila regulasi tidak dipatuhi secara disiplin,” tuturnya.

Ia menekankan pentingnya manajemen perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban yang transparan dan sesuai aturan, agar tidak memberi ruang bagi korupsi, kolusi, dan nepotisme tumbuh diam-diam.

Di tengah harapan publik, Dudi titip pesan besar kepada pemerintahan Kabupaten Garut di bawah kepemimpinan Bupati Syakur Amin, beserta seluruh jajaran SKPD, ASN, dan BUMD.

“Komitmen pada transparansi bukan cukup dalam pidato, ia harus hidup dalam kebijakan, anggaran, dan keputusan sehari-hari,” tegasnya.

Sebab, pemerintahan yang bersih tidak lahir dari slogan, melainkan keberanian untuk menolak godaan dan mempersempit ruang gelap korupsi.

Dalam sunyi peringatan tahun ini, pertanyaannya sederhana namun tajam:

Apakah kita mulai terbiasa dengan diam? Atau justru sedang disiapkan gelombang baru perlawanan moral? Sejarah selalu berpihak pada mereka yang tidak berhenti bersuara. Jang

Komentari

Berita Terkait

Arief Optimis “Quattrick” di PON Tercapai Jika Dana Mendukung
Jadi Tuan Rumah Kejurnas Karate, FORKI Jabar Siapkan Rp 1,8 Milyar
Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno
Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman
Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI
Sekda Bandung Ajak Warga Isi Sensus Ekonomi
Bantu Masyarakat, KAI Daop 2 Bandung Serahkan TJSL Rp 1 Milyar Lebih
Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:33 WIB

Arief Optimis “Quattrick” di PON Tercapai Jika Dana Mendukung

Jumat, 17 April 2026 - 17:51 WIB

Jadi Tuan Rumah Kejurnas Karate, FORKI Jabar Siapkan Rp 1,8 Milyar

Jumat, 17 April 2026 - 07:06 WIB

Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno

Kamis, 16 April 2026 - 23:37 WIB

Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman

Rabu, 15 April 2026 - 23:41 WIB

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Berita Terbaru

Dihadapan puluhan awak media, Epriyanto menyebut Musda pada 14 Februari lalu sah dan memenuhi aturan bahkan dihadiri perwakilan KONI Jabar dan DPP PERBASI. PJ/Joel

FEATURED

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:41 WIB