Strategi Perencanaan Agregat Saat Pandemi

- Penulis

Sabtu, 31 Juli 2021 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dan Pembatasan berskala besar (PSBB) oleh pemerintah, berdampak terhadap ketidakpastian ekonomi.

Kondisi demikian menyebabkan kegiatan produksi menurun, hingga beberapa dunia usaha mengalami pemberhentian.

Yang sangat terasa, sektor manufaktur, hingga berpengaruh signifikan terhadap sektor-sektor lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara teori, penawaran agregat, atau dikenal juga sebagai outpot total, adalah penawaran barang dan jasa yang di produksi dalam suatu perekonomian pada harga keseluruhan tertentu dalam periode tertentu.

Dengan keadaan ekonomi saat ini yang melanda Indonesia bahkan dunia permintaan, produksi menurun.

Kegiatan perencanaan produksi dimulai dengan melakukan peramalan – peramalan (forecast) untuk mengetahui terlebih dahulu apa dan berapa yang perlu diproduksikan pada waktu yang akan datang.

Peramalan produksi bermaksud untuk memperkirakan permintaan akan barang – barang atau jasa perusahaan. Tetapi hampir semua perusahaan tidak dapat selalu menyesuaikan tingkat produksi mereka dengan perubahan permintaan nyata.

Oleh karena itu, perusahaan mengembangkan rencana – rencana rasional yang menunjukan bagaimana mereka akan memberi tanggapan terhadap pasar.

COVID-19 telah menyebabkan guncangan permintaan dan penawaran bagi perekonomian.

Suatu perusahaan dapat menentukan pilihan produksinya dengan beberapa cara diantaranya meragamkan ukuran tenaga kerja, meragamkan tingkat produksi, mengubah tingkat persediaan, subkontrak dan penggunaan karyawan paruh waktu.

Strategi perencanaan agregat dapat dibagi menjadi 2 tahap yaitu tipe strategi pilihan kapasitas dan tipe strategi pilihan permintaan.

Berikut ini penjelasan dari dua strategi perencanaan agregat yaitu:

Tipe Strategi Pilihan Kapasitas

Meragamkan Ukuran Tenaga Kerja.

Meragamkan ukuran tenaga kerja melalui cara memberhentikan atau mengaryakan tenaga kerja, untuk menyesuaikan tingkat produksi.

Karyawan baru membutuhkan pelatihan agar mereka lebih terbiasa. Pemberhentian dapat menurunkan moral para pekerja dan produktivitas menjadi lebih rendah.

Meragamkan Tingkat Produksi

Meragamkan tingkat produksi melalui cara lembur atau waktu kosong.

Saat permintaan sedang tinggi, terdapat batasan lembur yang bisa dilakukan. Upah lembur membutuhkan banyak uang dan terlalu banyak lembur dapat membuat titik produktivitas kerja dapat menurun atau merosot.

Mengubah Tingkat Persediaan

Manajer bisa meningkatkan persediaan selama periode permintaan rendah yang digunakan untuk memenuhi permintaan yang tinggi di masa yang mendatang. Jika strategi tersebut yang dipilih, maka biaya lainnya akan meningkat.

Pada saat perusahaan masuk masa permintaan yang terus meningkat, maka kekurangan bisa saja terjadi.

Subkontrak

Subkontrak ini memiliki beberapa kekurangan, diantaranya risiko dengan membuka pintu klien bagi pesaing dan sering susah mendapatkan pemasok subkontrak yang sempurna, dan selalu dapat mengirimkan produk bermutu tepat waktu.

Penggunaan Karyawan Paruh Waktu

Karyawan paruh waktu dapat mengisi kebutuhan tenaga kerja yang tidak terampil.

Tipe Strategi Pilihan Permintaan

Dasar di dalam pemilihan permintaan, dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu tunggakan pesanan selama periode permintaan tinggi, mempengaruhi permintaan dan bauran produk yang counterseasonal.

Berikut ini penjelasan dari beberaa cara tersebut yaitu:

Tunggakan Pesanan Selama Periode Permintaan Tinggi.

Tunggakan pesanan adalah pesanan yang diterima oleh perusahaan, namun tidak mampu untuk segera dipenuhi.

Banyak perusahaan melakukan tunggakan pesanan tapi pendekatan tersebut malah sering mengakibatkan hilangnya penjualan.

Mempengaruhi Permintaan

Pada saat permintaan sedang rendah, perusahaan mencoba agar meningkatkan permintaan melalui beberapa cara, misalnya iklan, potongan harga, promosi dan lainnya.

Bauran Produk yang Counterseasonal

Teknik penghalusan yang luas dan digunakan oleh para manufaktur, yaitu mengembangkan bauran produk terdiri dari barang counterseasonal.

Perusahaan yang mengikuti pendekatan ini dapat melibatkan diri dengan produk luar yang merupakan target pasar. ***

Komentari

Berita Terkait

Commuter Line Catat Sejarah, Angleb 2026 Capai 1,4 Juta Lebih Penumpang
Wihaji Sebut Bonus Demografi Picu Pengangguran Tinggi
Canggih, Ketepatan Waktu Keberangkatan KA Masa Angleb 2026 Capai 99.80 Persen
Pengprov TI Jabar Kirim Atlet Taekwondo ke Kejurnas Kaltim
Telkomsel Jabar Catat RAFI 2026 Payload Trafik Data Capai 5,82 Petabyte
Selama Angleb 2026, Stasiun Bandung Catat Penumpang Tertinggi
Dana Terbatas, NPCI Kota Bandung Lapor DPRD
MyRepublic Indonesia Dorong Percepatan Akses Digital di Tanah Air, Begini Strateginya

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 20:26 WIB

Commuter Line Catat Sejarah, Angleb 2026 Capai 1,4 Juta Lebih Penumpang

Jumat, 10 April 2026 - 18:36 WIB

Wihaji Sebut Bonus Demografi Picu Pengangguran Tinggi

Kamis, 9 April 2026 - 23:46 WIB

Canggih, Ketepatan Waktu Keberangkatan KA Masa Angleb 2026 Capai 99.80 Persen

Kamis, 9 April 2026 - 15:08 WIB

Pengprov TI Jabar Kirim Atlet Taekwondo ke Kejurnas Kaltim

Kamis, 9 April 2026 - 11:44 WIB

Telkomsel Jabar Catat RAFI 2026 Payload Trafik Data Capai 5,82 Petabyte

Berita Terbaru

Menteri Wihaji saat memberikan kuliah umum di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. PJ/Dok

FEATURED

Wihaji Sebut Bonus Demografi Picu Pengangguran Tinggi

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:36 WIB

Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Jabar, menurunkan 32 atlet untuk mengikuti Kejurnas di Samarinda. PJ/Joel

FEATURED

Pengprov TI Jabar Kirim Atlet Taekwondo ke Kejurnas Kaltim

Kamis, 9 Apr 2026 - 15:08 WIB