BANDUNG, PelitaJabar – Belum ada kepastian Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2028 di dua provinsi yaitu NTT dan NTB. Bisa saja di Provinsi lain, DKI Jakarta misalnya. Tinggal menunggu evaluasi Pemerintah Pusat.
“Kita sih berharap keputusan tuan rumah PON lebih cepat lebih baik. Penetapan tuan rumah PON kemungkinan akan diputuskan setelah tahun baru. Mudah-mudahan tidak bergeser dari NTT dan NTB,” jelas Wakil Ketua Umum 1 KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Suwarno disela Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Jabar di Hotel El Cavana Bandung, Selasa 23 Desember2025
Disinggung batas waktu penetapan tuan rumah PON XXII 2028, seharusnya sudah ditetapkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya kira dalam waktu dekat, mungkin setelah tahun baru, mudah-mudahan segera ada keputusan,” ujarnya.
Disebutkan, dari dinamika dan evaluasi, penyelenggaraan PON XXII 2028, kemungkinan akan fokus pada pertandingan cabang olahraga Olimpiade ditambah cabor-cabor berprestasi di SEA Games.
“Kita akan lihat cabor-cabor berprestasi seperti apa dan berapa banyak pada Sea Games lalu itu. Tapi yang jelas Cabor Olimpiade itu kan ada 32. Nanti tinggal kita tambahkan saja,” jelas Suwarno.
Dia mengingatkan KONI Jabar jika ingin bertahan dan berprestasi merebut gelar “quattrick” pada PON 2028, harus meningkatkan pembinaan di cabor banyak nomor dan peluang medalinya.
“Kalau PON lalu di Cabor dayung Jabar sangat perkasa dengan merebut 25 medali emas. Tapi Ketua PB Dayungnya pernah bilang bahwa harus ada pemerataan prestasi. Sehingga kemungkinan nomornya akan dipangkas. Sebut saja cabor renang yang punya 38 nomor dan atletik yang memiliki 47 nomor,” ungkapnya.
Dia pun mengpresiasi atlet Jabar di pentas SEA Games XXXIII tahun 2025 di Thailand.
“KONI Pusat memberikan apresiasi kepada KONI Jabar atas kontribusi besar atlet-atletnya dalam pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara. Jabar menjadi provinsi dengan jumlah atlet terbanyak yang memperkuat kontingen Indonesia,” ucapnya.
Dari total 1.021 atlet Indonesia, sebanyak 233 atlet berasal dari Jawa Barat. Ini jumlah terbesar dibandingkan provinsi lain.
“Jabar juga menjadi tulang punggung prestasi Indonesia juga penyumbang medali terbanyak bagi Merah Putih di SEA Games,” kata Suwarno.
Dari 233 atlet itu, penyumbang medali terbanyak juga dari Jawa Barat, meraup 91 medali emas dari nomor individual.
“Saya mendorong agar para pemangku kebijakan memikirkan langkah konkret untuk memberikan apresiasi dan pembinaan lanjutan kepada atlet berprestasi, tinggal bagaimana pak Asisten I, Pak Kadispora, DPRD Jabar dan unsur lainya. Saya yakin ini akan menjadi perhatian Provinsi Jawa Barat,” ungkapnya.
Selain keberhasilan SEA Games, Suwarno mengingatkan pentingnya konsolidasi internal di tubuh KONI Jawa Barat.
Hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jabar Dr. Asep Sukmana, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Jabar, Dicky Waluya Badrukamal, Ketua Umum KONI Jabar Prof. HM Budiana serta 27 Konida Kota dan Kabupaten, 72 Perwakilan Cabang Olahraga dan 6 Badan Fungsional. Joel









