BANDUNG, PelitaJabar – Ketua Umum KONI Kota Bandung Dr. Nuryadi. MPd pastikan akan membantu penyelenggaraan Babak Kualifikasi (BK) Cabang Olahraga (Cabor) Muaythai, jika panitia berkomunikasi dan berdiskusi dengan KONI Kota Bandung.
“Beberapa Cabor yang melakukan BK di Kota Bandung, melakukan pertemuan intensif menjelang pelaksanaan BK. Sebut saja gulat, renang dan loncat indah,” kata calon Guru Besar UPI ini kepada PJ diruangannya KONI Kota Bandung, Rabu 7 Januari 2026.
Dikatakan, pimpinan Cabor datang dan bertemu duduk bersama dengan KONI Kota Bandung melakukan koordinasi dan berkomunikasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tentu kalau pun membantu sesuai dengan kemampuan kami. Saya juga belum tahu Plt Ketua Pengprov Muaythai yang mana, saya gak kenal. Bagusnya kan komunikasi, dan diskusi,” bebernya.
Disebutkan, waktu masuk proposal Pengcab pihaknya pasti membantu.
“Bantuannya juga semampunya segitu. Dan silahkan Pengcab mengatur. Pengcab mau ngasih ke Pengprov itu urusan Pengcab. Karena bukan kewajiban utama kami KONI Kota Bandung kan. Kewajiban utama kami adalah mengirimkan kontingen ke BK Porprov,” ucapnya.
Apakah Pengprov harus dibantu selaku penyelenggara BK?
“Ya harus dibantu. Kalau ada anggarannya. Kan kita mah tidak ada anggarannya. Kita kan fokus utama dan Tupoksinya mengirimkan kontingen mengikuti BK. Kecuali kalau diawal ada komunikasi, diskusi dan koordinasi. Artinya itu haknya Pengcab juga. Masalahnya Pengcab mau ngasih untuk kepanitian itu mah urusan Pengcab. Kan gitu ya logikanya,” sebut mantan atlet squas Nasional ini.
Kecuali tambahnya ditunjuk bersama-sama lalu diskusi.
“Misalnya saya dapat surat dari Pengprov bahwa kota Bandung jadi tuan rumah, lalu mau diskusi. Ya datang ke sini Ketua Pengprov dan pengurus Pengprov ke KONI Kota Bandung. Kita diskusi.”
“Jadi kan Pengcab bisa mengirim atlet dan kita bisa membantu Pengprov via Pengcab juga tetap. Kita kan tidak langsung bantu ke Pengprov. Tapi tetap lewat Pengcab. Karena alurnya begitu. Semua diatur Pengcab. Karena tidak ada slot bantuan dari KONI Kota Bandung untuk Pengprov.” paparnya.
Dia mengakui, tidak tahu persis soal Kota Bandung jadi tuan rumah BK Muaythai. Karena tidak ada diskusi secara intensif.
“Cuma pengajuan pernah ada dari Pengcab. Hanya saya sarankan Pengcab konsen pada kontingen Jangan malah terbalik penyelenggara bisa, tapi pengiriman kontingen gak. Wah itu kan bahaya,” ucap Nuryadi.
Beberapa Pengprov Cabor memang kata Nuryadi, — sangat terjadi kolaborasi dengan tuan rumah BK.
“Makanya kita dukung. KONI Kota Bandung selama bekerja sama dengan Pengprov terkait penyelenggaraan event-event lancar kok karena komunikasi, koordinasi dan kolaborasi berjalan sebelumnya. Logikanya kenapa penyelenggaraan BK Cabor lain di Kota Bandung seperti gulat, renang dan loncat indah berjalan lancar? Itu kan karena komunikasi dan koordinasi yang dibangun,” tegasnya.
Dikatakan, jika saja terjalin komunikasi sejak awal, mungkin tidak menimbulkan persepsi “miring” terhadap ketidakterlibatan KONI Kota Bandung.
“Semuanya berawal dari komunikasi dan koordinasi,” pungkasnya. Joel









