Syifa, Jodoh dan Prestasi di Panahan

- Penulis

Rabu, 8 September 2021 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Bak kata pepatah, kalau sudah jodoh tak kan lari kemana. Terus sambil menyelam minum air. Itu pula yang dialami Syifa Nur Afifah Kamal.

Anak Sulung dari empat bersaudara pasangan Didin Kamaludin dan Titin Kartini ini, mengalami semua makna dari pepatah tadi.

Soal jodoh memang tak kan kemana. Syifa dipertemukan dengan seorang penggiat olahraga panahan, Ryan Agung Hendyana dimana Syifa menggeluti olahraga prestasi ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ibu muda yang dengan dua putri cantik Khayla Archery Zahida dan Khansa Archery Azzahra ini, memiliki segudang prestasi.

“Alhamdulillah, semua saya jalani dan dapatkan sangat sempurna, terimakasih ya Allah, semoga Syifa tidak menjadi anak yang melupakan jasa-jasa orang yang mengantar Syifa berprestasi dalam hidup seperti ini,” syukur Syifa kepada PJ Rabu (8/09/2021).

Dia menceritakan, awalnya tertarik dengan panahan, karena Didin Kamudin, sosok ayah yang juga pelatih tinju Jawa Barat ini memperkenalkan Syifa pada panahan.

“Ayah yang bawa Syifa latihan panahan pada tahun 2005. Ga tahu kenapa, padahal adik-adik Syifa malah sama papa dimasukin latihan senam,” kenangnya

Pertanyaan Syifa kini terjawab. Papanya yang memang seorang olahragawan sejati itu, ternyata tahu betul bakat putri sulungnya.

“Ya. Kini Syifa tahu, papa ternyata sangat tahu kemana arah bakat anaknya. Sekarang, Syifa menikmatinya. Terimakasih Papa,” ucap Syifa, meneteskan air mata mengenang kebaikan papanya.

Sukses membawa pulang medali emas pada dua arena PON masing-masing 1 medali emas di PON tahun 2012 dan 2 medali emas di PON 2016, kini Syifa dihadapkan dengan tugas yang sama dengan misi harus meraih medali emas di PON XX Papua.

“Insya Allah doakan saja. Kalau tekad sih ingin memberikan 2 medali emas juga tahun ini pada Jawa Barat,” kata wanita berjilbab itu.

Pada PON Papua kali ini, dia turun di nomor recurve untuk perorangan dan beregu. Berbeda saat persiapan PON sebelumnya yang berjalan lancar tanpa halangan, persiapan PON Papua akibat pandem Covid-19 beberapa program latihan sempat amburadul. Terlebih dimundurkannya pelaksanaan PON yang tadinya 2020 lalu menjadi 2021.

“Syifa harus mengatur latihan disaat pandemi ini. Program latihan juga disodorkan pelatih, lalu tetap menjaga protokol kesehatan dan imun tubuh dengan mengkonsumsi vitamin-vitamin dan makanan bergizi,” tuturnya.

Tinggal menghitung hari menuju ke Papua, Syifa secara yakin sudah menyatakan kesiapannya, seluruh keluarga mendukung penuh, termasuk suami dan kedua putrinya.

‘Tidak ada lagi keraguan, semua sudah dilakukan, amunisi peralatan dan sebagainya sudah diberikan KONI. Lalu Ketua Umum Perpani juga support saya. Beliau selalu memantau latihan kami di lapangan, termasuk motivasi dan dukungan materi, “pungkas Syifa seraya menyebutkan rival terkuat Jatim, DIY dan Jateng.

Semoga berhasil ya. Joel

Komentari

Berita Terkait

Commuter Line Catat Sejarah, Angleb 2026 Capai 1,4 Juta Lebih Penumpang
Wihaji Sebut Bonus Demografi Picu Pengangguran Tinggi
Canggih, Ketepatan Waktu Keberangkatan KA Masa Angleb 2026 Capai 99.80 Persen
Pengprov TI Jabar Kirim Atlet Taekwondo ke Kejurnas Kaltim
Telkomsel Jabar Catat RAFI 2026 Payload Trafik Data Capai 5,82 Petabyte
Selama Angleb 2026, Stasiun Bandung Catat Penumpang Tertinggi
Dana Terbatas, NPCI Kota Bandung Lapor DPRD
MyRepublic Indonesia Dorong Percepatan Akses Digital di Tanah Air, Begini Strateginya

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 20:26 WIB

Commuter Line Catat Sejarah, Angleb 2026 Capai 1,4 Juta Lebih Penumpang

Jumat, 10 April 2026 - 18:36 WIB

Wihaji Sebut Bonus Demografi Picu Pengangguran Tinggi

Kamis, 9 April 2026 - 23:46 WIB

Canggih, Ketepatan Waktu Keberangkatan KA Masa Angleb 2026 Capai 99.80 Persen

Kamis, 9 April 2026 - 15:08 WIB

Pengprov TI Jabar Kirim Atlet Taekwondo ke Kejurnas Kaltim

Kamis, 9 April 2026 - 11:44 WIB

Telkomsel Jabar Catat RAFI 2026 Payload Trafik Data Capai 5,82 Petabyte

Berita Terbaru

Menteri Wihaji saat memberikan kuliah umum di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. PJ/Dok

FEATURED

Wihaji Sebut Bonus Demografi Picu Pengangguran Tinggi

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:36 WIB

Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Jabar, menurunkan 32 atlet untuk mengikuti Kejurnas di Samarinda. PJ/Joel

FEATURED

Pengprov TI Jabar Kirim Atlet Taekwondo ke Kejurnas Kaltim

Kamis, 9 Apr 2026 - 15:08 WIB