Tekan Angka Stunting di Jabar, BKKBN Gandeng Institut Kesehatan Rajawali

- Penulis

Kamis, 28 Maret 2024 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Berbagai upaya terus dilakukan BKKBN guna menekan angka stunting di Jawa-Barat. Terkini, BKKBN menjajaki kerjasama dengan Institut Kesehatan Rajawali.

Deputi Bidang ADPIN BKKB, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, MPD, mengatakan, BKKBN sebagai instansi pemerintah yang tunjuk oleh Presiden untuk menjadi koordinator penanganan stunting di Indonesia, akan terus melaksanakan program-program strategis untuk mencapai target prevelansi stunting sebesar 14 persen pada Tahun 2024.

“Salah satunya mengajak kampus-kampus untuk bekerjasama dalam menurunkan stunting,” papar Teguh didampingi Kepala BKKBN Provinsi Jawa Barat, Fazar Supriadi Santosa, SH bersama jajaran saat audiensi ke Institut Kesehatan Rajawali di Kampus II Cihanjuang Kabupaten Bandung Barat. Rabu (27/03).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara Rektor Institut Kesehatan Rajawali Tonika Tohri, S.Kp., M.Kes mengucapkan terima kasih atas kunjungan kerja tersebut.

“Dengan audiensi ini, semoga dapat dilanjutkan dengan kerjasama yang dapat menguntungkan kedua belah pihak, terutama membantu pemerintah menurunkan angka stunting di Provinsi Jawa Barat khususnya,” ucap Tonika.

Seperti diketahui, mahasiswa Institut Kesehatan Rajawali merupakan calon-calon tenaga kesehatan di masa depan untuk membantu Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting. ***

Komentari

Berita Terkait

Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno
Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman
Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI
Bantu Masyarakat, KAI Daop 2 Bandung Serahkan TJSL Rp 1 Milyar Lebih
Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda
Satu Dekade IndonesiaNEXT, ITB Jadi Roadshow to Campus Pertama
Lemahnya Buffer Fisik dan Likuiditas Jadi Resiko Besar Bagi Indonesia
Pengangguran Capai 7,44 Persen, Pemkot Bandung Genjot Padat Karya

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 07:06 WIB

Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno

Kamis, 16 April 2026 - 23:37 WIB

Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman

Rabu, 15 April 2026 - 23:41 WIB

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 April 2026 - 13:45 WIB

Bantu Masyarakat, KAI Daop 2 Bandung Serahkan TJSL Rp 1 Milyar Lebih

Rabu, 15 April 2026 - 08:53 WIB

Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda

Berita Terbaru

Dihadapan puluhan awak media, Epriyanto menyebut Musda pada 14 Februari lalu sah dan memenuhi aturan bahkan dihadiri perwakilan KONI Jabar dan DPP PERBASI. PJ/Joel

FEATURED

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:41 WIB

TP PKK Jabar resmi membuka Babak Penyisihan Wilayah I Lomba Paduan Suara

FEATURED

Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda

Rabu, 15 Apr 2026 - 08:53 WIB