Gamelan Purbalaras Bandung, Dulu dan Kini

- Penulis

Kamis, 28 September 2023 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Meski hanya sebuah alat musik tradisional, namun jangan salah, alat musik tradisional yang satu ini ternyata dilirik oleh pasar luar negeri. Tak hanya sekelas negara ASEAN, namun juga tembus  Amerika, Perancis, Belanda, dan Inggris.

Dulum Gamelan, sering dimainkan saat hajatan sejak zaman jaman kerajaan.

Salah satu perajin Gamelan Purbalaras, telah merintis usahanya sejak 1960. Sang pemilik Dedi Rahmat atau akrab disapa Asep Ahum, merupakan generasi kedua meneruskan usaha bapaknya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia bercerita, usaha tersebut dirintis sang ayah sejak 1960 di daerah Cicadas Kota Bandung. Lalu berpindah ke Lengkong pada 1990 dan Rancasari 2017.

“Awalnya dari bapak saya. Sebetulnya bikin gamelan dulu hanya sampingan, dulu bapak bikin gamelan dari tahun 1960an terus berkembang sampai 1990. Saya mendirikan sendiri sampai sekarang,” bebernya  di Bengkel pembuatan Gamelan Purbalaras di RT 09 RW 01 Kelurahan Cipamokolan Kecamatan Rancasari, pekan lalu.

Tak hanya gamelan Sunda degung, salendro yang berbahan besi, steinless, kuningan, dan perunggu, dia juga memperoduksi gamelan dari berbagai daerah di Indonesia.

Seperti halnya gamelan Betawi (gambang kromong), gamelan Indramayu, Cirebon, Jawa, Bali, Minahasa, Aceh, Lombok, dan lainnya.

Selain gamelan, Purbalaras juga membuat alat musik tradisional lainnya, seperti marawis hadroh rebana.

“Alhamdulillah, gamelan kita ini dipesan dari berbagai negara, selain Malaysia dan Singapura, Amreka dan Prancis juga ada,” paparnya.

Dalam membuat gamelan, ia dibantu 20 orang karyawannya. Satu set gamelan dibandrol mulai Rp9,5 juta hingga miliaran rupiah tergantung bahan baku.

“Tergantung bahan baku juga, ada yang miliaran dari bahan perunggu. Biasanya dipesan dari luar negeri,” kata dia.

Kini sang anak Irvan Rizki Ramdani turut membantu penjualan online produk gamelannya. Ia berharap seni tradisional Sunda utamanya Gamelan dapat dinikmati oleh berbagai generasi.

Bagi Wargi Bandung yang tertarik dengan produk Gamelan Purbalaras, kunjungi media sosialnya Tiktok: @purbalarasgamelanbandung dan Instagram: purbalaras_gamelan. ***
Komentari

Berita Terkait

KONI Jabar Tegas Tolak Musprov PSTI
Ini Kata Sucipto Kenapa Musprov PSTI Jabar Tetap Berlangsung
Daop 2 Bandung Lakukan Normalisasi Operasional, Batalkan 3 Perjalanan KA
Dongkrak Ekonomi Masyarakat, YBM BRILiaN Gagas Program MIGP
Daop 2 Bandung Batalkan Keberangkatan ke Semarang & Jakarta
TPA Sarimukti Over Kapasitas, Farhan Ajak Masyarakat Bijak Kelola Sampah
Komisi III Bahas Sejumlah Agenda dengan DSDABM Kota Bandung
Faktor Penurunan Kualitas Sinyal Wifi Berdasarkan Jarak dan Penghalang

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:37 WIB

KONI Jabar Tegas Tolak Musprov PSTI

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:12 WIB

Ini Kata Sucipto Kenapa Musprov PSTI Jabar Tetap Berlangsung

Senin, 19 Januari 2026 - 10:43 WIB

Daop 2 Bandung Lakukan Normalisasi Operasional, Batalkan 3 Perjalanan KA

Senin, 19 Januari 2026 - 10:10 WIB

Dongkrak Ekonomi Masyarakat, YBM BRILiaN Gagas Program MIGP

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:21 WIB

Daop 2 Bandung Batalkan Keberangkatan ke Semarang & Jakarta

Berita Terbaru

Ir. Andrian Tejakusuma saat menjadi pembicara kegiatan KONI Kota Tasikmalaya. PJ/Joel

FEATURED

KONI Jabar Tegas Tolak Musprov PSTI

Selasa, 20 Jan 2026 - 08:37 WIB

Prof.Sucipto (baju batik) saat Musprov PSTI Jabar. PJ/Joel

FEATURED

Ini Kata Sucipto Kenapa Musprov PSTI Jabar Tetap Berlangsung

Selasa, 20 Jan 2026 - 08:12 WIB

YBM BRILiaN meluncurkan Mustahik Income Generating Program (MIGP) di dua lokasi, Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis. PJ/Dok

EKONOMI

Dongkrak Ekonomi Masyarakat, YBM BRILiaN Gagas Program MIGP

Senin, 19 Jan 2026 - 10:10 WIB

PT KAI Daop 2 Bandung membatalkan perjalanan ke Daop 1 Jakarta dan Daop 4 Semarang akibat genangan air. PJ/Dok

FEATURED

Daop 2 Bandung Batalkan Keberangkatan ke Semarang & Jakarta

Minggu, 18 Jan 2026 - 20:21 WIB