Dana ABT Sangat Kecil, Pelatda NPCI Berantakan

- Penulis

Sabtu, 31 Agustus 2019 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Wajah kekecewaan tak bisa ditutupi Ketua Umum National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Jawa Barat Supriatna Gumilar.

Begitu mendengar hasil ketuk palu para pembuat kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bahwa NPCI Jabar mendapatkan dana tambahan di anggaran perubahan hanya sebesar Rp. 1,5 milyar.

Atlet tenismeja terbaik Nasional yang saat ini tengah mempersiapkan diri menjadi duta Indonesia di Asean Paragames di Philipina tahun mendatang ini, kontan kecewa lantaran bingung untuk mempersiapkan atlet Jabar yang memasuki tahapan Pelatda menghadapi Peparnas di Papua.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bingung saya. Kenapa kecil sekali. Pelatda bisa berantakan ini. Kenapa tiba-tiba muncul angka itu. Padahal kami sama sekali tidak pernah diajak untuk diskusi dan merevisi anggaran kami ini.,” kata Supriatna yang lebih akrab disapa Kang Supri ini Sabtu (31/8).

Dengan kondisi anggaran yang sangat minim itu, dirinya dihantui ketakutan atlet bakal meninggalkan Jawa Barat yang notebene memang sudah banyak diintai Provinsi lain.

“Bagaimana saya gak kecewa dan takut. Saya berharap dengan dana di perubahan itu, untuk melakukan “pengamanan” kepada atlet-atlet medali emas saya. Dan dana pengamanan itu ada dalam pengajuan anggaran perubahan 2019. Tapi, apa boleh buat, semua ini akan mengacaukan program kami,” kata Kang Supri didampingi Kabid Humas NPCI Jabar Surya Pragala dan pelatih atletik Cavin.

Dirinya berharap, Pembina NPCI Jabar Irjen.Pol. Drs. Bambang Winarko yang menemui Gubernur Jabar.

“Kami berharap pak Bambang dapat melakukan komunikasi dengan pak Gubernur. Kami yakin pak Bambang dapat meyakinkan Gubernur betapa saat ini NPCI Jabar sangat membutuhkan anggaran yang ideal untuk Pelatda. Apalagi pak Bambang pernah menjadi Ketua kontingen kami di Peparnas 2016 lalu. Jadi tahu betul bagaimana mempersiapkan atlet,” harap Kang Supri.

Dikatakan, dalam ajuan anggaran perubahan dana lebih ditekankan pada kebutuhan atlet. Termasuk uang pengikat atlet dan uang saku bulanan selama atlet masuk dalam skuad Pelatda

“Tidak ada pos lain yang lebih dominan, selain semua berkaitan dengan kebutuhan atlet saja. Coba kami dipanggil untuk diskusi, tentu kami akan memberikan penjelasan sebelum turun angka Rp. 1,5 milyar ini,” tegas Kang Supri sambil memegang keningnya.

Atlet NPCI Jabar sudah memberikan prestasi yang bagus. Baik di tingkat nasional, regional dan internasional. Terakhir Jabar.menyumbang tiga medali emas dari empat emas yang di dapat pada kejuaraan dunia bulutangkis di Swiss belum lama ini.

“Prestasi tertinggi apalagi yang harus kami ikuti, pasti kami ikuti, kalau hal itu menjadi pembuktian kami yang terakhir untuk mendapatkan dana pembinaan yang sesuai harapan kami dari Pemerintah,” pungkasnya. Joel

Komentari

Berita Terkait

Peran Crystal Oscillator Dalam Menjaga Stabilitas Frekuensi Sistem Telekomunikasi
Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome
Studi Propagasi Gelombang Radio
Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan
Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar
Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai
Master Suryana Minta Ajang ITN Open IX 2026 Jaga Kualitas
Peran Amplifier dalam Sistem Telekomunikasi : Analisis Penguatan, Bandwidth, dan Kualitas Sinyal

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 08:16 WIB

Peran Crystal Oscillator Dalam Menjaga Stabilitas Frekuensi Sistem Telekomunikasi

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:12 WIB

Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:21 WIB

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:08 WIB

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:14 WIB

Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar

Berita Terbaru

Foto ilustrasi. Web

FEATURED

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:21 WIB

PT Adira Finance meluncurkan Hasanah, produk pembiyaan haji plus tanpa jaminan di Jakarta. PJ/Dok

EKONOMI

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:08 WIB

FEATURED

Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar

Kamis, 8 Jan 2026 - 15:14 WIB