BANDUNG, PelitaJabar -Para atlet Pekan Parlympik Daerah (Peparda) Kota Bandung ‘Menjerit’ menyusul.belum adanya titik terang ‘cairnya’ uang saku mereka.
Padahal tinggal menghitug hari perhelatan Peparda itu direncanakan akan berlangsung di bulan November tahun ini.
‘Kalau hanya sekedar makan, tentu kami masih bisa. Tapi kalau sudah bicara uang untuk transportasi dan beli vitamin, ini yang membuat kami bingung,’ ungkap salah seorang atlet Peparda Kota Bandung kepada PJ Senin 17 Oktober 2022.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Atlet yang sangat diandalkan merebut medali emas untuk kota Bandung di ajang Peparda di Kabupaten Bekasi ini berharap, pemerintah segera memperhatikan kendala yang sangat krusial ini.
Dirinya percaya NPCI Kota Bandung sebagai induk organisasi tempatnya bernaung telah bekerja dan melakukan sesuatu untuk atletnya secara maksimal.
‘Saya percaya pak Adik (Ketua NPCI Kota Bandung) dan pengurus lainnya sudah berusaha optimal demi membuat para atlet nyaman dan tenang berlatih. Tapi kalau masalah anggaran tentunya pemerintah lah yang harus memikirkannya,’ kata atlet tadi.
Kadang-kadang katanya lagi, dia berjalan kaki dari rumah untuk menuju ke tempat latihan.
“Terlalu capek Kang. Pulang ke rumah kan jalan kaki lagi. Waduh, sepertinya badan lemas. Parahnya kan sekarang musim hujan. Jadi pulang nekad saja kalau hujannya terlalu lama. Sampai dirumah gak punya vitamin untuk menjaga kondisi tubuh. Coba bayangkan Kang,’ katanya minta penulis ikut merasakan dukanya.
Secara spirit dan tekad meraih medali emas pada Peparda di Kabupaten Bekasi, si atlet meyakini dirinya siap.”mandi darah” demi Kota Bandung.
‘Tapi tolonglah perhatikan kami. Kebutuhan dan kelengkapan kami yang lain sebagai atlet. Mudah-mudahan keluhan kami ini di dengar oleh pak Walikota. Saya yakin pak Yana mendengar kami, karena kami membawa nama baik Penerintah Kota Bandung,’ pungkasnya. Joel