BANDUNG, PelitaJabar – Memasuki 2026, target investasi dalam RPJMD ditetapkan sebesar Rp11,363 triliun, seiring target pertumbuhan ekonomi daerah yang diproyeksikan mencapai 5,35 persen.
Bandung sebagai kota yang dinamis, dengan keterbatasan wilayah namun memiliki potensi ekonomi dan investasi yang sangat besar.
“Bandung ini kota kecil secara wilayah, tapi target investasinya besar. Di sinilah tantangan kita. Bukan hanya DPMPTSP, tapi seluruh perangkat daerah harus saling mendukung,” beber Sekda Kota Bandung Iskandar Zulkarnain saat menyambangi Kantor Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung, di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung, Jumat 2 Januari 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekda juga mengapresiasi perkembangan pesat MPP yang dinilai semakin matang, inovatif, dan menjadi rujukan daerah lain.
Salah satu inovasi yaitu layanan wali nikah yang terintegrasi di MPP Kota Bandung dan menjadi satu-satunya di Indonesia. Dalam kurun waktu tiga bulan, telah melayani sekitar 200 pasangan.
“Ini bukti bahwa pelayanan publik bisa dibuat mudah, dekat, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hal-hal seperti inilah yang harus terus dikembangkan,” ucapnya.
Iskandar Zulkarnain juga menyinggung transformasi birokrasi yang tengah berjalan, khususnya perubahan jabatan struktural ke fungsional.
“Sistem boleh berubah, tapi target dan kinerja tidak boleh turun. Saya yakin DPMPTSP mampu menjawab itu,” tegasnya.
Sementara Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Erick Attauriq melaporkan capaian kinerja dan langkah strategis yang tengah disiapkan jajarannya memasuki 2026.
Ia mengungkapkan, realisasi investasi Kota Bandung sepanjang 2025 menunjukkan tren positif.
Target investasi dalam RKPD 2025 sebesar Rp7 triliun berhasil dilampaui, dengan capaian hingga triwulan ketiga mencapai Rp10,162 triliun.
“Ini menjadi modal optimisme kita. Namun tantangan ke depan juga semakin besar,” pungkas Erick. ***









