Pandemi Covid – 19, Hunian Hotel Turun Hingga 15 persen

- Penulis

Sabtu, 21 Maret 2020 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Sektor pariwisata di Indonesia termasuk Jabar terkena dampak dari pandemi COVID-19. Tingkat okupansi hotel dan restoran di Jabar mengalami penurunan yang cukup siginifikan sejak Februari lalu.

“Ini mengakibatkan penurunan tingkat pendapatan hotel dan hunian sebesar 25 sampai 50 persen okupansi dan penurunan harga 10 sampai 15 persen,” ujar Ketua PHRI Jabar Herman Muchtar, usai pertemuan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (20/03/2020).

Dia pun mengusulkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dan pemerintah daerah di 27 kabupaten/kota se-Jabar membuat suatu keputusan atau sikap bersama yang mendukung bertahannya ekosistem pariwisata khususnya hotel dan restoran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Harus ada keputusan bersama, seperti soal penurunan (keringanan) pajak, pengalihan anggaran promosi wisata, dan sebagainya,” tutur Herman.

PHRI Jabar pun berharap pemerintah dan pelaku industri pariwisata lainnya di Jabar aktif melakukan kampanye positif dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19 serta menerapkan SOP kerja yang memberikan rasa aman, nyaman, dan tenang terhadap kolega, klien, dan pelanggan.

Kepada perbankan, PHRI Jabar berharap agar cicilan ke bank bisa diringankan melalui keputusan pemerintah pusat yang didorong oleh pemerintah daerah. Sebab, industri perhotelan merupakan industri padat modal kerja serta melibatkan pelaku mitra UKM sebagai pendorong ekonomi rakyat.

Usai mendengar aspirasi tersebut, Setiawan akan menginstruksikan PHRI Jabar dan pelaku pariwisata lainnya untuk merinci perhitungan kerugian maupun pengeluaran yang harus dikeluarkan hotel dan restoran di setiap bulan atau tahunnya.

“Saya akan mengundang lintas sektor untuk menginformasikan hal yang tadi kita bicarakan,” ujar Setiawan.

Pemprov Jabar akan berupaya mengakomodir usulan PHRI Jabar dalam koridor kewenangan gubernur.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar Dedi Taufik menyatakan, pihaknya akan mengirim surat kepada pemerintah pusat melalui kementerian terkait agar pariwisata di Jabar turut menjadi perhatian dalam pemberian diskon dan insentif sektor pariwisata.

Jabar memiliki 1.224 destinasi wisata baik wisata alam, buatan maupun budaya.

“Kita ingin pemerintah pusat pun mendengar keluhan para pelaku pariwisata di wilayah Jawa Barat akibat mewabahnya virus Corona,” pungkasnya. Mal

Komentari

Berita Terkait

MyRepublic Indonesia Dorong Percepatan Akses Digital di Tanah Air, Begini Strateginya
Fasilitasi Peserta Magang, Menaker Siapkan Reward Bagi Perusahaan
Buntut Gangguan KA Bangunkarta, 5 KAJJ Harus Lintasi Wilayah Daop 2 Bandung
FSI Jabar Gelar Coaching Clinik di Raharjo Budokan
Meski Keuangan Minim, Pentathlon Jabar Sabet Juara Umum di Kejurnas MPI 2026
Ratusan Karateka “Banjiri” Kejurnas Gojuryu Karate – Do Association Indonesia
PSSI Luncurkan Jabar Istimewa, Satu Anak Satu Bola
Nikmati Liburan Keluarga Penuh Petualang di L’Eminance Golf & Resort Lembang

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 18:20 WIB

MyRepublic Indonesia Dorong Percepatan Akses Digital di Tanah Air, Begini Strateginya

Selasa, 7 April 2026 - 07:45 WIB

Fasilitasi Peserta Magang, Menaker Siapkan Reward Bagi Perusahaan

Senin, 6 April 2026 - 18:43 WIB

Buntut Gangguan KA Bangunkarta, 5 KAJJ Harus Lintasi Wilayah Daop 2 Bandung

Minggu, 5 April 2026 - 15:47 WIB

FSI Jabar Gelar Coaching Clinik di Raharjo Budokan

Minggu, 5 April 2026 - 12:12 WIB

Meski Keuangan Minim, Pentathlon Jabar Sabet Juara Umum di Kejurnas MPI 2026

Berita Terbaru

Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Savate Indonesia (FSI)  Jawa Barat menggelar kepelatihan atau

FEATURED

FSI Jabar Gelar Coaching Clinik di Raharjo Budokan

Minggu, 5 Apr 2026 - 15:47 WIB