Yadi Haryadi, Tiga Sekolah Tiga Dobrakan

- Penulis

Selasa, 24 November 2020 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Sang Pendobrak. Julukan tersebut pantas disematkan kepada Yadi Haryadi (58). Selama mengabdi 28 tahun sebagai guru dan kepala sekolah luar biasa (SLB), Yadi berhasil mencetuskan berbagai program baru unggulan sekolah yang ia nakhodai.

Sebagai kepala sekolah, Yadi mencatat rekor prestasi. Diantaranya juara I Kreativitas Kepala Sekolah pada 2016, juara I Kepala Sekolah Berdedikasi dan Berprestasi Tingkat Provinsi (2016), juara Guru Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional (2016), Kepala Sekolah Terbaik tahun 2019, dan menerima penghargaan Satya Lencana tahun 2019 dari Presiden Republik Indonesia.

Yadi menerima penyerahan penghargaan dari tiga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berturut-turut, mulai dari Anies Baswedan, Muhadjir Effendy hingga Nadiem Makarim.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terbaru, Yadi didaulat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Berprestasi Jawa Barat (Jabar) tahun 2020. Ia satu-satunya perwakilan Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) yang meraih prestasi tersebut.

Lalu, seperti apakah dobrakan yang dibuat kepala sekolah kelahiran Bandung, 6 Agustus 1962 ini?

Tiga Sekolah, Tiga Dobrakan Berbeda

Sejak diangkat menjadi kepala sekolah pada 2004, ayah tiga anak tersebut sudah memimpin tiga SLB berbeda. Mulai dari SLB PGRI Karya Winaya Pamanukan Kabupaten Subang (2004-2012), SLBN Subang (2012-2020), dan SLBN Cinta Asih Soreang (2020-sekarang). Tiga sekolah tersebut merasakan dobrakan program yang berbeda-beda darinya.

Yadi menjelaskan, dobrakan yang ia lakukan di SLB PGRI Karya Winaya adalah perbaikan gedung sekolah. Sebab (saat itu), jika musim hujan tiba, sekolah dan bangunan di sekitarnya pasti terkena banjir.

“Di sana (saat hujan) pasti banjir. Malam hari walau pukul 12 malam saya pasti ke sekolah karena pasti banjir,” tuturnya saat ditemui di SLBN Cinta Asih Soreang, Jln. Nyalindung No. 91 Kabupaten Bandung, Selasa (24/11/2020).

Agar kejadian tersebut tak terulang, Yadi berusaha memperbaiki gedung sekolah dengan menggandeng beberapa pihak untuk bekerja sama, mulai dari pemerintah daerah, provinsi, dan pihak lainnya.

“Akhirnya, setelah mendapat perhatian dan dorongan berbagai pihak, proses pengurukan tanah dilakukan. Kita membangun sampai 2009 dan alhamdulillah tidak terjadi lagi banjir karena bangunan sudah ditinggikan,” ungkapnya.

Sedangkan saat menjadi kepala di SLBN Subang, Yadi mencetuskan program magang bagi para siswa. Tujuan magang tersebut bertujuan melatih kemandirian siswa. Awalnya, magang hanya dilakukan di lingkungan terdekat siswa.

“Kita laksanakan saja di dekat lingkungan sekolah. Seperti (memagangkan anak) di rumah makan, salon, tempat pencucian motor hingga bengkel. Alhamdulillah, respons warga sekitar sangat menerima,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, program magang tersebut mulai berkembang. Didukung Undang-undang Nomor 4 tahun 1997 yang telah amandemen menjadi Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, perusahaan-perusahaan memiliki kewajiban melibatkan penyandang disabilitas.

“Alhamdulillah, ada perusahaan Jepang yang tertarik ke kita. Awal MoU ditandatangani, ada 3 orang yang bekerja di sana. Sedangkan berdasarkan data terakhir, sudah sampai 70 siswa yang diterima. Sebagian besar adalah penyandang tunarungu dan yang lainnya tunagrahita,” tutur Yadi, seraya menambahkan, para siswanya tersebut menjadi pegawai di perusahaan kabel bodi di daerah Subang.

Sedangkan dobrakan di SLBN Cinta Asih, Yadi memfokuskan pada pengembangan keterampilan siswa. Dobrakannya kali ini dikonsep sebagai kewirausahaan disabilitas.

Sama seperti program di sekolah sebelumnya, program tersebut menjadi bekal untuk kemandirian siswa. Kelas kewirausahaan ini telah dimulai dengan tetap menerapkan protokol kesehan di lingkungan sekolah.

“Terlebih di masa pandemi ini, anak-anak kan merasa bosan dan tidak melakukan aktivitas apa-apa di rumah. Kewirausahaan ini akan menunjang mereka ketika lulus kelak,” katanya.

Ia menuturkan, ada lima kompetensi kewirausahaan yang dikembangkan, yakni tata boga, kecantikan, informasi teknologi (IT), menjahit, dan kerajinan.

Sedangkan di bidang tata boga, SLB Cinta Asih membuat hidangan berupa camilan dan makanan yang biasa disajikan ketika ada kegiatan/acara, baik untuk sekolah atau pihak lain. Untuk bidang IT, difokuskan dalam pembuatan desain grafis, bidang kerajinan dikembangkan untuk membuat alat rumah tangga seperti keset dan masker kain, bidang menjahit membuat baju, dan bidang kecantikan membuka salon di sekolah.

“Jadi, sistem di sekolah ini adalah moving class. Semua kompetensi kewirausahaan sudah memiliki kelasnya masing-masing,” tambahnya.

Dengan digandengnya perusahaan dan pihak lain untuk mengembangkan program tersebut, Yadi kembali membuktikan bahwa dobrakannya selalu tepat. Nizar Alfadillah

Komentari

Berita Terkait

Peran Crystal Oscillator Dalam Menjaga Stabilitas Frekuensi Sistem Telekomunikasi
Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome
Studi Propagasi Gelombang Radio
Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan
Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar
Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai
Master Suryana Minta Ajang ITN Open IX 2026 Jaga Kualitas
Peran Amplifier dalam Sistem Telekomunikasi : Analisis Penguatan, Bandwidth, dan Kualitas Sinyal

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 08:16 WIB

Peran Crystal Oscillator Dalam Menjaga Stabilitas Frekuensi Sistem Telekomunikasi

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:12 WIB

Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:21 WIB

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:08 WIB

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:14 WIB

Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar

Berita Terbaru

Foto ilustrasi. Web

FEATURED

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:21 WIB

PT Adira Finance meluncurkan Hasanah, produk pembiyaan haji plus tanpa jaminan di Jakarta. PJ/Dok

EKONOMI

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:08 WIB

FEATURED

Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar

Kamis, 8 Jan 2026 - 15:14 WIB