BANDUNG,PelitaJabar – Pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya diwujudkan melalui ruang diskusi, tetapi perlu diterjemahkan menjadi keberanian untuk mengambil peran di tengah masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan bertajuk “Panggil Aku Perempuan” yang digelar Yayasan Gemintang Suara Campernik di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung, Sabtu (9/5/2026).
Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung sekaligus Founder Campernik, Nina Fitriana Sutadi, menjadi salah satu narasumber dalam diskusi panel yang membahas penguatan karakter dan peran perempuan di era modern.
Menurut Nina, perempuan memiliki posisi penting dalam perubahan sosial. Karena itu, pemberdayaan perempuan harus dibangun dari kemampuan berpikir mandiri, ketangguhan karakter, serta keberanian untuk terlibat dalam berbagai bidang kehidupan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perempuan harus memiliki kemandirian berpikir dan keberanian mengambil peran strategis di masyarakat. Pembangunan karakter adalah fondasi agar perempuan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga penggerak perubahan,” ujar Nina.
Ia menilai tantangan perempuan saat ini tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap pendidikan dan kesempatan, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan diri serta kemampuan untuk mengambil keputusan dan berkontribusi secara nyata.
Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan diskusi. Para peserta juga melakukan penanaman pohon yang menjadi simbol pertumbuhan dan penguatan karakter perempuan.
Pohon yang ditanam diharapkan dapat tumbuh kuat, memberikan manfaat, sekaligus menjadi gambaran bahwa pemberdayaan membutuhkan proses yang konsisten agar memberikan dampak jangka panjang.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, Komisioner KPU RI Yulianto Sudrajat, serta budayawan Eros Djarot.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari pesan bahwa penguatan perempuan membutuhkan dukungan dan kolaborasi lintas sektor, baik dari masyarakat, lembaga publik maupun komunitas.
Sebagai penggagas Campernik, Nina menegaskan komitmennya untuk terus mendorong hadirnya ruang yang memungkinkan perempuan berkembang, menyampaikan gagasan, sekaligus berkontribusi dalam kehidupan sosial dan pembangunan.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperluas kesempatan bagi perempuan agar dapat mengambil peran lebih besar, termasuk di bidang sosial, politik, lingkungan maupun kehidupan masyarakat.
Bagi Nina, pemberdayaan perempuan pada akhirnya bukan sekadar berbicara mengenai perempuan, melainkan tentang menciptakan masyarakat yang memberi ruang bagi setiap individu untuk tumbuh, berdaya, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.








