Rugi Triliunan, ASITA Jabar Minta Bandara Husein Kembali Dibuka

- Penulis

Rabu, 25 Juni 2025 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEPI : Suasana Bandara Husein Sastranegara pasca dialihkan ke Kertajati. Foto diambil Rabu 25 Juni 2025. PJ/Mal

SEPI : Suasana Bandara Husein Sastranegara pasca dialihkan ke Kertajati. Foto diambil Rabu 25 Juni 2025. PJ/Mal

BANDUNG, PelitaJabar – Industri pariwisata Kota Bandung semakin anjlok pasca ditutupnya Bandara Husein Sastranegara pada 2023 lalu untuk penerbangan komersial. Pasalnya, kerugian dialami oleh industri pariwisata mencapai triliunan.

PARIWISATA : Daniel G. Nugraha, S.IP, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Jabar usai seminar terkait pariwisata bertema Front Line Service Profesional and Digital Transformation Navigation Change Embracing Technology yang digagas Universitas Teknologi Bandung di GNP PT INTI, Raby 25 Juni 2025. PJ/Mal

Saat masih beroperasi, bandara Husein melayani dua kali penerbangan dengan membawa wisatawan mancanegara (wisman) Malaysia dan Singapura sekitar 700 orang setiap hari.

“Sebut saja satu wisatawan plus akomodasi dan hotel menghabiskan Rp 1 juta, jika dikalkulasi itu sekitar Rp 1,3 triliun per bulan kita kehilangan income,” ucap Daniel G. Nugraha, S.IP, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Jabar usai seminar Front Line Service Profesional and Digital Transformation Navigation Change Embracing Technology yang digagas Universitas Teknologi Bandung di GNP PT INTI, Raby 25 Juni 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, banyak pelaku industri pariwisata termasuk pengusaha hotel, biro perjalanan bahkan UMKM terdampak dari pengalihan bandara Husein ke bandara Kertajati.

“Padahal yang kita harapkan, dibuka aja dua-duanya, berdampingan, tinggal diatur pesawat apa saja yang bisa landing di Husein dan di Kertajati, sehingga potensi kerugian dari dunia pariwisata tidak hilang,” ucap Daniel.

Dia mencontohkan kebiasaan wisman Malaysia yang suka berbelanja di pasar baru Bandung. Malaysia suka belanja ke pasar baru. Sebelum datang ke Bandung, mereka punya list untuk oleh-oleh, kebiasaan ini sama dengan orang Indonesia.

“Bahkan saking banyak transaksi disitu, di pasar baru jadi bahasa melayu, sampai menteri pariwisata mereka ke Bandung, dan belanja, pulangnya bawa oleh-oleh sampai satu truk, sehingga dia membuka pasar yang sama di negaranya bernama pasar Kenanga, pasar baru di Malaysia,” papar Daniel.

Karena itu pihakya mendesak Pemerintah Daerah untuk membuka kembali Bandara Husein Sastranegara.

“Kami ingin bandara husein dibuka kembali, agar pariwisata bisa hidup kembali, dengan begitu ekonomi masyarakat dan industri pariwisata kembali hidup,” tegasnya.

Sementara Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan juga mengusulkan Bandara Husein Sastranegara kembali dibuka.

Masyarakat Jawa Barat selama ini dipaksa menggunakan Kertajati yang letaknya jauh dari pusat kegiatan ekonomi. Akibatnya, justru banyak warga memilih terbang melalui Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.

“Jadi yang perlu dilakukan sekarang adalah buka segera Bandara Husein. Karena dengan segera membuka Husein, maka sektor pariwisata Kota Bandung akan bergerak,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, pekan lalu.

Selama ini pasar penerbangan terbesar di Jawa Barat berada di Kota Bandung. Menutup bandara Husein Sastranegara dinilai sebagai keputusan yang tidak masuk akal.

BANDARA : Walikota Bandung Muhammad Farhan meminta bandara Husein Sastranegara dibuka kembali. PJ/Dok

“Dengan ditutupnya Husein dan dipaksa semua orang pindah ke Kertajati untuk terbang, market terbesar untuk penerbangan itu ada di Kota Bandung. Jadi nggak masuk akal kalau bandara Kota Bandung itu ditutup,” tegasnya.

Farhan juga menyoroti beban anggaran yang harus ditanggung Pemerintah Provinsi Jawa Barat akibat kerugian operasional Kertajati yang mencapai lebih dari Rp60 miliar setiap tahun.

Sejak dipindahkannya penerbangan komersial ke Bandara Kertajati pada 2023, Bandara Husein hanya melayani penerbangan militer dan beberapa penerbangan khusus. Sementara Kertajati menghadapi tantangan okupansi, aksesibilitas, dan operasional yang belum optimal. ***

Komentari

Berita Terkait

Farhan Minta Prakarsa RW Berdampak Nyata
Peran Crystal Oscillator Dalam Menjaga Stabilitas Frekuensi Sistem Telekomunikasi
Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome
Studi Propagasi Gelombang Radio
Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan
Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar
Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai
Master Suryana Minta Ajang ITN Open IX 2026 Jaga Kualitas

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 15:05 WIB

Farhan Minta Prakarsa RW Berdampak Nyata

Sabtu, 10 Januari 2026 - 08:16 WIB

Peran Crystal Oscillator Dalam Menjaga Stabilitas Frekuensi Sistem Telekomunikasi

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:12 WIB

Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:21 WIB

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:08 WIB

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Berita Terbaru

Farhan saat Siskamling Siaga Bencana. PJ/Dok

FEATURED

Farhan Minta Prakarsa RW Berdampak Nyata

Sabtu, 10 Jan 2026 - 15:05 WIB

Foto ilustrasi. Web

FEATURED

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:21 WIB

PT Adira Finance meluncurkan Hasanah, produk pembiyaan haji plus tanpa jaminan di Jakarta. PJ/Dok

EKONOMI

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:08 WIB