BANDUNG,PelitaJabar – Gotong royong warga Kelurahan Caringin, Kecamatan Bandung Kulon, kembali melahirkan kisah inspiratif. Selama lima tahun, masyarakat setempat menjalankan program “Cau Asak” atau Caringin Angkat Umrah Angkat Sadaya Karena Allah untuk membantu warga yang dinilai layak mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah umrah.
Tahun ini, giliran Darno, petugas Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kelurahan Caringin, yang menerima paket umrah dari hasil urunan masyarakat tersebut.
Paket umrah diserahkan secara simbolis oleh Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi atau Kang Asmul, di Kantor Kelurahan Caringin, Senin (11/5/2026). Kehadiran Kang Asmul sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap inisiatif warga yang mengedepankan kepedulian dan kebersamaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Kang Asmul, program “Cau Asak” menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih memiliki tempat kuat di tengah kehidupan masyarakat perkotaan.
“Ini program yang sangat baik karena berbasis kebersamaan dan kepedulian sosial. Masyarakat yang memiliki kemampuan lebih bisa ikut berkontribusi untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia menilai pemberian paket umrah kepada Darno juga memiliki makna tersendiri. Sebagai petugas Satlinmas, Darno dinilai telah memberikan kontribusi dalam membantu pelayanan dan menjaga ketertiban lingkungan masyarakat Caringin.
Bagi Kang Asmul, bentuk apresiasi seperti itu dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat yang selama ini menjalankan tugas pelayanan di tingkat kewilayahan.
Namun, di balik keberhasilan program berbasis urunan tersebut, Kang Asmul mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat. Pengelolaan dana yang dihimpun secara gotong royong harus dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pengelolaan dana harus dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.
Selain menyerahkan apresiasi terhadap program “Cau Asak”, Kang Asmul juga menyaksikan pelantikan ketua RT dan RW di wilayah Kelurahan Caringin.
Ia berharap para pengurus lingkungan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi mampu menjadi penghubung yang dekat dengan masyarakat serta ikut menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat bawah.
“RT dan RW harus hadir di tengah warga, menjadi teladan, serta mampu menyelesaikan persoalan secara musyawarah demi menjaga kerukunan dan kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.
Program “Cau Asak” pada akhirnya tidak sekadar berbicara tentang keberangkatan ke Tanah Suci. Lebih dari itu, inisiatif tersebut memperlihatkan bagaimana kepedulian warga dapat diwujudkan dalam bentuk nyata ketika dikelola dengan semangat kebersamaan dan kepercayaan.








