Anggar Siap Persembahkan Yang Terbaik Untuk Jabar

- Penulis

Selasa, 7 September 2021 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Tampil dengan muka-muka baru, tidak membuat tim anggar PON Jawa Barat ciut menghadapi lawannya di Papua nanti.

Dibawah asuhan pelatih beken yang juga mantan atlet Nasional Christin M Timisela, semua pemain berlatih disiplin dan tekun di GOR Sasakawa Jalan Padjajaran Bandung.

“Tidak ada masalah. Walaupun muka-muka baru, tapi untuk mengejar prestasi mereka semua bersemangat ingin mempersembahkan yang terbaik bagi Jawa Barat,” kata Christin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Christin menyebutkan pada PON di Papua kali ini, usia atlet dibatasi maksimal 26 tahun. Akibatnya banyak atlet senior yang menjadi andalan Jabar tersingkir.

Jawa Barat di PON Papua turun dengan kekuatan 17 atlet dengan 5 pelatih. Hanya terdapat 2 pemain eks PON 2016 selebihnya 15 atlet muka baru.

Mengisi persiapan menuju Papua tim anggar PON Jabar diakui Christin sama dengan cabang olahraga lain, yang melewati banyak halangan.

Akibat pandemi Covid-19, latihan tidak dapat dilakukan terpusat.

Para atlet hanya latihan desentralisasi secara mandiri. Termasuk Try-In dan Try-Out juga tidak dapat dilakukan. Termasuk program Training Centre (TC) di Korea batal dilaksanakan.

“Kondisi ini membuat saya dengan pelatih lain asah otak. Latihan mendiri kepada atlet kami serahkan program latihan yang harus dilakukan. Lalu sebagai ganti uji tanding, kami undang atlet-atlet eks PON 2016. Kami bersyukur hasilnya bagus. Dan saat ini saya yakinkan bahwa kondisi tim anggar sudah 98 persen menuju Papua,” jelas Christin di Koni Jabar Selasa (7/09/2021).

Ditanya target medali emas, Christin tidak mau sesumbar. Dia memiliki target dua medali emas sesuai yang diprediksi tim Satlak KONI Jabar.

“Tahun 2019 saat Babak Kualifikasi kami mendapatkan 2 medali emas dan 4 perak. Nah, mudah-mudahan 4 medali perak di BK ini dapat naik menjadi medali emas di PON Papua nanti. Mohon doanya,” harap Christin.

Saat atihan, ada beberapa atlet yang celetuk mempertanyakan kenapa uang sakunya belum naik-naik juga.

“Biasa kang mereka punya teman-teman atlet dari Provinsi lain yang uang sakunya sudah naik. Jadi suka “ngerompi” soal uang saku. Sambil bercanda saya jawab, kenapa kalian gak pindah saja ke Provinsi itu. Mendengar jawaban yang saya sampaikan secara bercanda itu, mereka hanya ketawa sambil berteriak Jabar Juara. Ha..ha..ha,” tukas Christin. Joel

Komentari

Berita Terkait

Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome
Studi Propagasi Gelombang Radio
Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan
Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar
Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai
Master Suryana Minta Ajang ITN Open IX 2026 Jaga Kualitas
Peran Amplifier dalam Sistem Telekomunikasi : Analisis Penguatan, Bandwidth, dan Kualitas Sinyal
Kajian Gangguan (Noise) dalam Sistem Telekomunikasi serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Sinyal

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:12 WIB

Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:21 WIB

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:08 WIB

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:14 WIB

Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:33 WIB

Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai

Berita Terbaru

Foto ilustrasi. Web

FEATURED

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:21 WIB

PT Adira Finance meluncurkan Hasanah, produk pembiyaan haji plus tanpa jaminan di Jakarta. PJ/Dok

EKONOMI

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:08 WIB

FEATURED

Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar

Kamis, 8 Jan 2026 - 15:14 WIB

Dr. Nuryadi. MPd

FEATURED

Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai

Rabu, 7 Jan 2026 - 20:33 WIB