GARUT, PelitaJabar – Pemerintah Kabupaten Garut mendatang, memiliki PR yang harus dituntaskan. Selain soal Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA), Bupati-Wakil Bupati Garut periode mendatang harus punya komitmen kuat memajukan daerah, terutama kemiskinan.
Dengan jumlah mencapai 2.665.273 jiwa, Kabupaten Garut harus dikelola dengan baik, jika tidak tentunya menimbulkan permasalahan.
“Jumlah penduduk Kabupaten Garut itu cukup besar. Jumlah masyarakat miskin juga cukup besar, karena itu Bupati dan Wakil Bupati Garut terpilih dalam pilkada November mendatang, harus memikirkan juga lapangan pekerjaaan”, beber Dudi, Kader LSM Laskar Indonesia kepada PJ, Rabu (08/05/2024).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia berharap pemimpin daerah di Garut memiliki arah kerja yang jelas. Satu hal yang juga penting, harus siap untuk tidak populer tapi punya tujuan memimpin demi kemajuan Kabupaten Garut.
Menurutnya, kepala daerah jangan hanya mengutamakan popularitas tanpa komitmen, akan mengakibatkan pembangunan daerah jalan di tempat. Di sisi lain perkembangan dan pertumbuhan nasional, kawasan (Jawa Barat), dan wilayah Priangan (Jabar Selatan) terus meningkat.
“Kalau tidak terkelola dengan baik, pembangunan ke depan, maka Kabupaten Garut makin tertinggal di Jawa Barat bahkan di wilayah Priangan”, ucapnya.
Pemilihan Kepala Daerah November 2024 mendatang di Garut harus menemukan pemimpin daerah yang visioner. Bukan hanya orang yang hanya menjadikan Pilkada hanya sebagai ajang mencari jabatan dan popularitas semata.
“Kita berharap akan muncul calon pemimpin alternatif dengan terobosan-terobosan baru. Kami lihat banyak kader dari Partai Gerindra yang punya komitmen memajukan daerah, kawasan, bahkan nasional,” pungkasnya. Jang.