Dana Menipis Atlet Nyaris Tidak Pelatda

- Penulis

Kamis, 10 September 2020 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Komite Olahraga Nasional Indonedia (KONI) Jawa Barat terpaksa memutar otak guna menyelamatkan proses pembinaan para atlet yang tergabung dalam Pemusatan Latihan Daerah(Pelatda) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 di Papua. Pasalnya dana hibah dari Pemprov Jabar tahun 2020 sebesar Rp. 300.853.306.752, tak semuanya terserap.

“Hampir 60 persen dana KONI ditarik ke kas negara untuk keperluan penanganan Covid-19. Mau ggak mau KONI terpaksa harus pandai-pandai mengaturnya,” jelas Dr. Yunyun Yudiana SPd.MPd kepada wartawan Kamis (10/09/2020), di ruang Kominfo KONI Jabar.

Koordinator Satlak Jabar Juara ini melanjutkan, anggaran tahun 2020 hanya cukup sampai Oktober. Sementara dua bulan kedepan November dan Desember dibutuhkan Rp. 600 juta untuk bisa melanjutkan Pelatda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami tim Satlak tetap ingin semua berjalan normal dalam kondisi ketidaknormalan akibatpandemi Covid-19 ini. Pelatda harus tetap berjalan. Masa anak-anak harus berhenti latihanNofember dan Desember,” ucap Yunyun.

Atas arahan ketua umum KONI Jabar, akhirnya latihan di Nofember dan Desember dapat berjalan.

“Beberapa pos anggaran di bidang lain di geser-geser guna memenuhi dana untuk pelaksanaan Pelatda. Insya Allah mudah-mudahan semua berjalan baik,” ujarnya didampingi Wakabid Humas KONI Jabar Irfan Suryadiredja.

Pelaksanaan Pelatda PON dibagi dalam tiga metode. Latihan WorkFrom Home (WFH), secara desentralisasi dan sentralisasi.

“Berdasarkan metode ini, hak yang diterima atlet pelatih Pelatda pun berbeda. Tapi, paling tidak mereka tetap menerima haknya walau pun kecil,” jelas mantan Dekan FPOK UPI ini.

Kendati yang diterima atlet kecil hanya Rp. 1.250.000 ditambah suplemen Rp. 1.000.000, namun pihaknya merasa bangga.

“Saya terharu dan bangga. Hanya dengan rasa kecintaannya pada Jawa Barat si atlet tetap berlatih bersemangat dan bergairah. Padahal mereka itu atlet Nasional dan Internasional,” pungkasnya. Joel

Komentari

Berita Terkait

Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome
Studi Propagasi Gelombang Radio
Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan
Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar
Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai
Master Suryana Minta Ajang ITN Open IX 2026 Jaga Kualitas
Peran Amplifier dalam Sistem Telekomunikasi : Analisis Penguatan, Bandwidth, dan Kualitas Sinyal
Kajian Gangguan (Noise) dalam Sistem Telekomunikasi serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Sinyal

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:12 WIB

Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:21 WIB

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:08 WIB

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:14 WIB

Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:33 WIB

Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai

Berita Terbaru

Foto ilustrasi. Web

FEATURED

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:21 WIB

PT Adira Finance meluncurkan Hasanah, produk pembiyaan haji plus tanpa jaminan di Jakarta. PJ/Dok

EKONOMI

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:08 WIB

FEATURED

Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar

Kamis, 8 Jan 2026 - 15:14 WIB

Dr. Nuryadi. MPd

FEATURED

Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai

Rabu, 7 Jan 2026 - 20:33 WIB