Demo Sejumlah Daerah, Karena Asing, Atau Kebijakan Blunder Pemerintah?

- Penulis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aset milik MPR RI yang berada di depan DPRD Jabar dibakar oleh massa aksi demo Jumat 29 Agustus 2025. PJ/Jaenal

Aset milik MPR RI yang berada di depan DPRD Jabar dibakar oleh massa aksi demo Jumat 29 Agustus 2025. PJ/Jaenal

BERAGAM komentar pasca demonstrasi besar-besaran, Jumat 29 Agustus 2025, terpampang lebar diberbagai platform dan media sosial.

Kerusuhan di berbagai daerah, menjadi puncak gunung es yang selama ini dipendam rakyat.

Aksi massa dan berakhir ricuh, menjadi bukti, betapa kemarahan rakyat tak terbendung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Imbasnya, tak main -main, berbagai fasilitas, baik umum, dinas dan instansi rusak parah.

Di Jakarta, sedikitnya 7 halte porak-poranda dibakar massa hingga aktivitas MRT dan Kereta Api terganggu bahkan berhenti.

Sedangkan di Bandung Jawa-Barat, massa membakar aset milik MPR yang berada tepat diseberang Sekretariat DPRD Jabar Jalan Diponegoro.

Bangunan ini dulunya pernah dijadikan rumah dinas wakil gubernur, kini hanya tersisa puing-puing.

Sementara di Makassar Sulawesi Selatan, kantor DPRD ludes dilalap si jago merah.

Tak sampai disitu, 60 mobil yang terparkir dihalaman kantor dewan terhormat itu, hangus dibakar oknum massa.

Rentetan peristiwa “memilukan” ini, menjadi tandatanya, benarkah ada campur tangan asing, atau akibat kebijakan pemerintah yang dinilai blunder, sehingga rakyat berontak?

Akun tiktok Morrodin meragukan prediksi Hendro Priyono.

“Sejak prabowo dilantik, baru berjalan dua minggu, mengumumkan ppn akan naik lagi dari 11 menjadi 12 persen, ingat kan, itu rakyat marah langsung. Setelah itu dibatalkan”, kata akun tersebut.

Tak lama, keluar pernyataan dari Menteri Bahil, toko-toko kecil tidak boleh mendistribusikan gas tabung 3 kg. Rakyat marah lagi, dan dibatalkan.

“Nah, lagi-lagi pemerintah daerah bikin ulah, menaikkan PBB ratusan persen. Demo paling besar terjadi di Pati Jatim, lalu dibatalkan. Tak berselang lama PPATK membekukan rekening tidak aktif. Terus tanah nganggur dua tahun disita, malah menteri ngawur bilang emang mbahmu bisa bikin tanah, disitu rakyat makin spaning,” paparnya.

Puncaknya, tunjangan DPR naik menjadi Rp 50 juta untuk sewa rumah, lalu joget- joget, ngatain tolol ke rakyat. Dan terakhir tewasnya seorang ojol dilindas Barakuda brimob.

“Saya ingin mengatakan, dengan banyaknya blunder yang dilakukan pemerintah, memangnya perlu campur tangan asing untuk membuat rakyat marah”?

“Saya cuma mau bilang ke pemerintah, kalau nggak mau rakyat marah, mulailah membuat kebijakan yang meringankan. Ini sudah 10 bulan pemerintahan Prabowo, belum ada satupun kebijakan yang meringankan rakyat. Jadi jangan ngomong asing-asing, terlalu banyak blunder,” ucapnya.

Tak pelak, beragam komentar pun dilayangkan para netizen.

@es zkn:Hendro Priyono selalu bilang begitu spy pemerintah tdk memperbaiki kesalahannya dan seolah olah yg demo yg salah krn didalangi asing.

Akun @toktok wow:bener pastilah rakyat marah bukan jgn cari kambing hitam ini bener2 murni rakyat marah.

Lebih sadis @@siMbah Dovy:ini murni, go.block nya pemerintahan…
bukan krna asing…

Dan ribuan komentar lainnya yang rata-rata menyalahkan pemerintah yang tidak becus bekerja. ***

Komentari

Berita Terkait

Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome
Studi Propagasi Gelombang Radio
Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan
Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar
Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai
Master Suryana Minta Ajang ITN Open IX 2026 Jaga Kualitas
Peran Amplifier dalam Sistem Telekomunikasi : Analisis Penguatan, Bandwidth, dan Kualitas Sinyal
Kajian Gangguan (Noise) dalam Sistem Telekomunikasi serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Sinyal

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:12 WIB

Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:21 WIB

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:08 WIB

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:14 WIB

Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:33 WIB

Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai

Berita Terbaru

Foto ilustrasi. Web

FEATURED

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:21 WIB

PT Adira Finance meluncurkan Hasanah, produk pembiyaan haji plus tanpa jaminan di Jakarta. PJ/Dok

EKONOMI

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:08 WIB

FEATURED

Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar

Kamis, 8 Jan 2026 - 15:14 WIB

Dr. Nuryadi. MPd

FEATURED

Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai

Rabu, 7 Jan 2026 - 20:33 WIB