Dewan Apresiasi Langkah Pemkot Bandung Tangani Covid-19

- Penulis

Selasa, 2 Februari 2021 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – DPRD Kota Bandung terus memberikan dukungan kepada Pemkota Bandung dalam menangani Covid-19. Terlebih, tren jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Bandung terus meningkat.

Karena itu, DPRD Kota Bandung mengelar Rapat Badan Musyawarah (Bamus), bersama Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna dan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung, Selasa (02/02/2021).

Rapat Bamus dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Bandung, Ade Supriadi dan Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung, Achmad Nugraha dan dihadiri anggota DPRD Kota Bandung secara daring dan luring, dengan bahasan agenda laporan pansus 1, 5, 9, 10, dan 11, serta perkembangan penanganan Covid-19 di Kota Bandung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“DPRD Kota Bandung mengapresiasi langkah Pemkot Bandung dalam menangani pademi Covid-19. Pemkot semakin gencar mensosialisasi, mengedukasi, dan menegakkan aturan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat,” ucap Wakil Ketua I DPRD Kota Bandung, Ade Supriadi.

Pihaknya berharap, Satgas Penanganan Covid-19 Pemkot Bandung tidak mengendurkan semangat dalam memutus rantai penularan Covid-19 di Kota Bandung.

Senada, Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung, Achmad Nugraha berharap, akurasi dan validasi data dari hasil pengukuran alat kesehatan pemeriksa covid-19 dapat terus ditingkatkan.

“Kami mendorong agar akurasi dan validasi data dari hasil pemeriksaan Rapid tes antigen maupun swab tes harus menjadi perhatian dari Pemkot Bandung. Sebab, dalam beberapa kasus, terjadi bahwa adanya kondisi dimana seseorang, bahkan saya sendiri, saat di cek swab tes dinyatakan negatif, tapi saat mengikuti swab tes di kesempatan yang lain, tiba-tiba positif, padahal rentang waktu antara tes pertama dan kedua hanya berselang 3-4 hari,” ujarnya.

Oleh karena itu, situasi perbedaan hasil tes tersebut harus menjadi catatan dan evaluasi bagi Pemkot Bandung, khususnya di Dinas Kesehatan.

Sementara Sekda Kota Bandung sekaligus Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menjelaskan, evaluasi dari penerapan kebijakan penanganan covid-19, rutin dibahas dalam rapat terbatas Forkopimda Kota Bandung.

Dalam upaya penyediaan fasilitas tempat isolasi bagi pasien terkonfirmasi positif dan suspek Covid-19, Pemerintah Kota Bandung telah bekerjasama dengan 28 rumah sakit di Kota Bandung untuk menyediakan sejumlah tempat tidur.

Sedangkan persentase rata-rata tingkat kematian Covid-19 di Kota Bandung berada di angka 2,04%, lebih tinggi dari rata-rata angka kematian 1,26% di Provinsi Jawa Barat, meski lebih rendah dibandingkan dengan angka kematian nasional yaitu 2,78%.

“Dari 1500 tempat tidur, kini (per 1 Februari 2021) tersisa 454, artinya telah terisi 1.046. Ketersediaan tempat tidur ini bertambah 254 tempat tidur, jika dibandingkan dengan kondisi di tanggal 11 Januari 2021 yaitu 1.246 tempat tidur sehingga upaya penyediaan fasilitas terus kami upayakan semaksimal mungkin,” ucap Ema.

Selain penyediaan tempat isolasi di rumah sakit bagi warga Kota Bandung, Pemkot Bandung pun memiliki tempat isolasi terpusat Provinsi Jawa Barat, salah satunya Secapa TNI AD.

“Secapa TNI AD saat ini menjadi rumah sakit darurat untuk menjadi tempat isolasi terpusat pasien covid-19 se-Jawa Barat sejak 13 Januari lalu. Selain Secapa TNI AD, kami pun menyediakan 97 kamar di 2 hotel Kota Bandung, dimana saat ini tingkat keterisiannya sudah mencapai 89 atau 91,8 % kamar hotel,”kata Ema

Berdasarkan data tingkat keterisian rumah sakit per 1 Februari 2021, terdapat 69.73 % atau 1.046 dari 1500 ketersediaan tempat tidur.

Rekapitulasi data kumulatif selama satu bulan terakhir 11 Januari hingga 1 Februari 2021, tercatat ada 9.299 kejadian dengan kasus aktif 1.594, kasus sembuh 7.515, serta tingkat kematian 190 kasus.

Secara persentase rata-rata tingkat kesembuhan Covid-19 di Kota Bandung berada di angka 80,82%. Meski angkanya lebih tinggi dibandingkan dengan Provinsi Jawa Barat yang kini berada di 78,14%, rata-rata tingkat kesembuhan Kota Bandung masih berada di bawah angka rata-rata nasional yakni 81,12%. Mal

Komentari

Berita Terkait

Di Dunia Pendidikan, Manusia Tak Bisa Tergantikan oleh AI
Biar Ga Gaptek, Henryco Arie Sebut Pemimpin Harus Melek AI
Demi Keluarga, Rela Jadi Marbot, Kuli & Jual Pasir Hingga Disebut “Jenderal Santri”
Hari Bumi 2026, Telkomsel Ajak Generasi Muda Lahirkan Inovasi Melalui Kompetisi
Jalur Cibeber-Lampegan Kini Bisa Dilalui
Lagi, Jalur Cibeber-Lampegan Tergerus, Daop 2 Targetkan Besok KA Siliwangi Bisa Lewat
Juri JNE Content Competition 2026 Sebut Tak Ada Istilah Salah Ketik
Dinilai Kontribusi, SEI Sabet Penghargaan di Listrik Indonesia Award 2026

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 11:40 WIB

Di Dunia Pendidikan, Manusia Tak Bisa Tergantikan oleh AI

Sabtu, 25 April 2026 - 11:00 WIB

Biar Ga Gaptek, Henryco Arie Sebut Pemimpin Harus Melek AI

Sabtu, 25 April 2026 - 00:15 WIB

Demi Keluarga, Rela Jadi Marbot, Kuli & Jual Pasir Hingga Disebut “Jenderal Santri”

Jumat, 24 April 2026 - 11:41 WIB

Hari Bumi 2026, Telkomsel Ajak Generasi Muda Lahirkan Inovasi Melalui Kompetisi

Jumat, 24 April 2026 - 11:21 WIB

Jalur Cibeber-Lampegan Kini Bisa Dilalui

Berita Terbaru

USB YPKP sukses menggelar workshop internasional bertajuk

FEATURED

Di Dunia Pendidikan, Manusia Tak Bisa Tergantikan oleh AI

Sabtu, 25 Apr 2026 - 11:40 WIB

Kadiskominfo Kota Bandung Henryco Arie Sapiie saat membeberkan program 'Ngulik' di Basa Basi Podcast PWI Kota Bandung, PJ/Dok

FEATURED

Biar Ga Gaptek, Henryco Arie Sebut Pemimpin Harus Melek AI

Sabtu, 25 Apr 2026 - 11:00 WIB

Petugas berhasil menyelesaikan perbaikan jalur rel pada petak jalan Cibeber – Lampegan, dan kini dinyatakan aman untuk dilalui. PJ/Dok

FEATURED

Jalur Cibeber-Lampegan Kini Bisa Dilalui

Jumat, 24 Apr 2026 - 11:21 WIB