BANDUNG, PelitaJabar – Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Jabar, Dicky Waluya Badrukamal mengungkapkan, Kejuaraan Daerah yang digagas NPCI Jabar, menjadi event olahraga bagi penyandang disabilitas.
“Karena itu harus konsisten,” tegas Dicky mewakili Kadiapora usai membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) National Paralympik Commiitte Indonesia (NPCI) Jabar 2025 di SPOrT Arcamanik, Senin 8 Desember 2015.
Dengan begitu, pola pembinaan akan terlihat paramaternya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebaliknya jika pembinaan atlet dilakukan asal jadi, hasilnyapun tentu tidak akan maksimal,” tambahnya.
Menurutnya, kejurda bagus buat pembinaan atlet.
“Karena itu saya berharap, jaga keberlangsungannya. Jadi harus tetap kontinyu digelar. Atlet di kejurda harus dapat meraih prestasi,” bebernya.
Ini akan menjadi tulang punggung kekuatan kontingen Jabar di berbagai event, nasional maupun dunia.
“Sebut saja di Peparnas atau Asean Para Games bahkan di Asian YOUTH Para Games,” tambah Dicky.
Kejurda NPCI Jabar 2025 mempertandingkan 6 cabang olahraga (cabor), atletik, renang, bulutangkis, tenis meja, bochia dan catur.
Ketua NPCI Jabar Hary Susanto mengatakan, Kejurda bertujuan mendapat gambaran kedepan prestasi NPCI Jabar.
Kejurda dijadikan bekal kekuatan menghadapi Pekan Paralumpik Daerah (Peparda) tahun depan.
“Kejurda sebagai ajang pemanasan jelang Peparda 2026. Tidak semua cabor dipertandingkan mengingat ini di akhir tahun. Kejurda dan kapasitas kemampuan di enam cabor tersebut juga rata-rata dimiliki setiap Pengcab NPCI Kota dan akabupaten,” tutur Hary.
Sebanyak 511 atlet bertanding di Kejurda ini.
“Mereka bertanding di beberapa venue. Empat cabor yaitu atletik, tenis meja, bochia dan catur bertanding di SPOrT Arcamanik. Sementara dua cabor lainnya, masing-masing renang akan digelar di Hotel Horison Bandung dan Bulutangkis di kampus ITENAS,Cikutra Bandung,” terangnya.
Dari 27 Pengcab NPCI Kota dan Kabupaten hanya NPCI Kabupaten Cianjur yang tidak ikut tanpa alasan.
Meski Kejurda hanya berlangsung 2 hari, namun fokus di kualitas.
“Kami mengejar kualitas Kejurdanya bukan hanya sekedar kuantitas atau waktu lama dan sebentarnya Kejurda,” tegasnya.
Hadir Andi Supriadi SE. M. M. Pd (Sekum NPCI Jabar) dan H. Adik Fachroji (Biro Humas NPCI Jabar). Joel









