Dr. Nuryadi, M.Pd., Sebut Membentuk Olahraga Prestasi Tidak Murah & Gampang

- Penulis

Kamis, 6 November 2025 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum KONI Kota Bandung Dr. Nuryadi, M.Pd, (kanan) melakukan salam komando bersama Ketua PWI Pokja Kota Bandung Zaenal Ihsan usai Podcast. PJ/Mal

Ketum KONI Kota Bandung Dr. Nuryadi, M.Pd, (kanan) melakukan salam komando bersama Ketua PWI Pokja Kota Bandung Zaenal Ihsan usai Podcast. PJ/Mal

BANDUNG, PelitaJabar – Tak bisa dipungkiri, banyak atlet berprestasi baik tingkat nasiaonal maupun internasional jebolan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung. Bahkan banyak pula daerah lain yang melirik para atlet tersebut, sehingga “hijrah” dengan iming-iming tertentu.

Dr. Nuryadi, M.Pd., Ketua Umum KONI Kota Bandung mengungkapkan, berbagai terobosan terus digenjot demi melahirkan atlet yang mumpuni.

Meski saat ini konsentrasi KONI Kota Bandung tersita dengan persiapan Babak Kualifikasi (BK) Porprov Jabar, namun peran KONI sebagai induk organisasi olahraga prestasi, tetap fokus mempersiapkan atlet.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Target jangka pendek adalah meloloskan sebanyak-banyaknya atlet di babak kualifikasi menuju Porprov XV 2026. Sementara jangka panjangnya meningkatkan keterwakilan atlet Kota Bandung di Olimpiade 2028,” ucap Nuryadi di BasaBasi Podcast PWI Kota Bandung, Rabu 5 November 2025.

Menurut dosen UNPAS ini, kontribusi di PON dan Sea Games sudah signifikan. Di PON Solo, atlet Bandung menyumbang 30 persen dari total medali Jawa Barat.

“Sekarang, kita targetkan di Olimpiade 2028, atlet Bandung bisa tampil di lima cabang olahraga.” bebernya.

Saat ini, cabor andalan untuk level Olimpiade adalah bulutangkis dan panahan, dengan panjat tebing dan taekwondo sebagai pendukung potensial.

“Rencananya, Porprov XV 2026 akan digelar di tiga kota, Depok, Bogor, dan Bekasi. Perubahan dan penambahan nomor pertandingan menjadi 220 nomor turut memengaruhi strategi kontingen Bandung. Di sisi lain, atlet junior juga sedang bertanding di Popnas Jakarta, menunjukkan betapa padatnya agenda olahraga kota ini,” tambah pria yang hobbi catur ini.

Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci. KONI Kota Bandung membina sekitar 16.000 atlet dan 2.500 pelatih dari 80 cabang olahraga. Untuk memastikan kualitas pelatih, KONI gencar melakukan Uji Kompetensi (Ujikom) bekerja sama dengan BNSP.

“Sudah 300 pelatih yang tersertifikasi dan memiliki lisensi. Ini adalah amanat UU Keolahragaan untuk memastikan pembinaan berjalan profesional,” tuturnya.

Tak hanya itu, KONI juga memprioritaskan kesejahteraan atlet. Mulai dari program asuransi kecelakaan, jaminan pendidikan melalui MoU dengan berbagai universitas, hingga rekomendasi pada PPDB untuk atlet berprestasi.

“Hal ini bentuk perlindungan menyeluruh, mengingat risiko dalam olahraga sangat tinggi,” ucapnya.

Dikatakan, olahraga tak hanya melahirkan atlet berprestasi, namun juga menyentuh sektor ekonomi.

“Bayangkan jika setiap pekan ada event olahraga, dampaknya okupansi hotel, UMKM, dan ekonomi kreatif akan sangat besar. Sport tourism adalah masa depan. Kita sudah mencatat partisipasi sekitar 38 ribu orang dalam penyelenggaraan event selama tahun 2025. Ini angka yang potensial, ucapnya.

Disinggung tantangan terbesar, keterbatasan sarana dan prasarana olahraga. Saat ini, hanya ada 16 venue memadai untuk event level lokal hingga internasional. Bahkan, 17 cabor (bela diri) harus berbagi tempat sarana di lembaga pendidikan dan institusi militer.

“Mencetak atlet berprestasi itu tidak murah dan gampang, harus ditunjang sarana dan prasarana, belum lagi vitaminnya, kesejahteraan dan lain sebagainya. Yang diperlukan saat ini adalah gedung olahraga khusus untuk cabor bela diri, dengan kapasitas 3-5 ribu penonton, lokasi strategis seperti Gedebage atau Ujungberung,” harapnya.

Sementara faktor penentu kemenangan (80%) adalah mental. Untuk itu, KONI tak hanya membina fisik dan teknik, tetapi juga mental atlet.

Sinergi solid antara KONI, pengurus cabang olahraga (Pengcab), orang tua, dan pemerintah kota (Pemkot) melalui Dispora dan Disdik mutlak diperlukan.

“Advokasi kami untuk menyelesaikan masalah internal di cabor intensif dilakukan. Semua harus clear agar fokus pada prestasi, termasuk dukungan orang tua juga luar biasa, demi membawa nama harum Bandung,” pungkas Nuryadi.

Baiklah, selamat berjuang, semoga KONI Kota Bandung terus semangat membina para atlet dengan visi Bandung Juara Bandung Utama. ***

Komentari

Berita Terkait

Gunakan Rangkaian Baru, KA Cikuray Andalan Para Petani dan Pedagang
Ribuan Peserta Konprov PWI Jabar Diprediksi Hadir, Farhan Siap Dukung
Nandang Nilai Neng Wilda Berkinerja Baik Selama Magang
Prioritas Keamanan Penumpang, Geometri Perlintasan Sebidang di Jalan Sunda di Perbaiki
Bantu Palestina, Baznas Kirim Ratusan Juta Daging Qurban Kemasan
H. Yoko Bantu Pribadi Gulat UPI Open 2026
Suroboyo 10K Pecah, Ribuan Pelari Semarakkan Sport Tourism
XLSMART Sabet Diamond Achievement in Emission Transparency

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:02 WIB

Gunakan Rangkaian Baru, KA Cikuray Andalan Para Petani dan Pedagang

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:46 WIB

Ribuan Peserta Konprov PWI Jabar Diprediksi Hadir, Farhan Siap Dukung

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:59 WIB

Nandang Nilai Neng Wilda Berkinerja Baik Selama Magang

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:59 WIB

Prioritas Keamanan Penumpang, Geometri Perlintasan Sebidang di Jalan Sunda di Perbaiki

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:47 WIB

Bantu Palestina, Baznas Kirim Ratusan Juta Daging Qurban Kemasan

Berita Terbaru

Mahasiswi UPI telah menyelesaikan masa magangnya di PBSI Jabar. PJ/Joel

FEATURED

Nandang Nilai Neng Wilda Berkinerja Baik Selama Magang

Rabu, 10 Jun 2026 - 09:59 WIB