Lindungi Pekerja Migran Indonesia, BP2MI Gandeng Dunia Pendidikan

- Penulis

Selasa, 5 Oktober 2021 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Guna menekan sindikat ilegal Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan kolaborasi dengan dunia pendidikan. Diantaranya Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia dengan Yayasan Pendidikan Pembangunan Generasi Muda.

‘Saya mengajak rekan-rekan di BP2MI, dan semua pihak untuk bekerjasama, berkolaborasi, hal ini perlu, untuk menekan peredaran sindikat TKI ilegal,’ papar Kepala BP2MI Benny Ramdhani disela MoU di hotel Intercontinental, Dago Pakar Bandung Selasa (05/10/2021).

Selain itu, pihaknya juga berupaya meningkatkan kualitas para pekerja migran, seperti memberikan pelatihan, ketrampilan terutama soal bahasa asing, untuk melindungi pekerja migran Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‘Perang dengan sindikat, saya ingin menjadikan mimpi buruk bagi mereka sindikat ilegal penempatan TKI, karena itu penguasaan bahasa asing serta sinergitas dan kolaborasi, menjadi suatu keharusan, agar tidak ada lagi TKI yang tertindas,’ tegasnya.

Dikatakan, BP2MI juga pernah bertemu langsung dengan Dubes Malaysia. Selain kasus penganiayaan, perampokan, juga penghinaan sering diterima oleh TKI di negara Jiran.

‘Saya bilang, ini tidak bisa dibiarkan, harus layangkan protes ke pemerintahan Malaysia. Akhirnya sesuai aturan yang berlaku disana, pihak Kedubes melayangkan surat protes,’ tambah Benny.

Anggota Komisi IX DPR RI Dr. H. Edy Wuryanto, S.KP., M.Kep yang juga ikut dalam kegiatan tersebut mengatakan, MoU ini akan mendongkrak minat pekerja migran di Indonesia sebagai penghasil devisa negara.

‘DPR dan semua pihak harus bersinergi, tidak boleh jalan sendiri, itu juga dapat menutup celah para mafia dan sindikat. Selain itu, para nakes harus jadi penyaluran pengganti rumah tangga, disaat pandemi ini, semua nakesnya enggan, padahal potensi besar sekali, karena itu kita berikan keterampilan, saya pikir ini devisa yang besar di sektor kesehatan,’ ujarnya.

Sementara Muhammad Hadi, dari Asosiasi Institusi Pendidikan Ners mengungkapkan, ini merupakan momentum bersejarah bagi pihaknya, karena sejak awal banyak perawat yang dikirim ke luar negeri, namun belum pernah dibuat perjanjian sebaik ini.

‘Kami punya hubungan baik dengan Asosiasi perawat di Kanada, dan 335 Perguruan tinggi siap mendukung program BP2MI,’ tutupnya.*

Komentari

Berita Terkait

Sejak Dibuka, KA Sangkuriang Layani 6000 Lebih Pelanggan
Anggaran Belum Cair, Bagaimana Nasib Atlet & Porprov 2026
Dari Seminar Bersinergi Membangun Negeri, Mayjen TNI Kosasih Sebut Kolaborasi Harus Berdampak Nyata
Bangun Negeri, Kodam III/Slw dan UNPAK Lakukan Kerjasama Strategis
Hindari Kecelakaan, KAI Tutup Puluhan Pintu Tak Terjaga
PWI Pusat Bentuk Tim Website & Podcast
Pesan KDM untuk Pasutri Disabilitas Tuna Rungu
Percepat Penanganan PPA dan TPPO, DP3AKB Jabar Gandeng Kemenham

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:57 WIB

Sejak Dibuka, KA Sangkuriang Layani 6000 Lebih Pelanggan

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:55 WIB

Anggaran Belum Cair, Bagaimana Nasib Atlet & Porprov 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:00 WIB

Dari Seminar Bersinergi Membangun Negeri, Mayjen TNI Kosasih Sebut Kolaborasi Harus Berdampak Nyata

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:37 WIB

Bangun Negeri, Kodam III/Slw dan UNPAK Lakukan Kerjasama Strategis

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:06 WIB

Hindari Kecelakaan, KAI Tutup Puluhan Pintu Tak Terjaga

Berita Terbaru

Selama seminggu sejak beroperasi, tercatat 6000 lebih pelanggan menggunakan layanan KA Sangkuriang. PJ/Dok

FEATURED

Sejak Dibuka, KA Sangkuriang Layani 6000 Lebih Pelanggan

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:57 WIB

Belum cairnya anggaran Porprov 2026, membuat beberapa atlet di Jabar hengkang. PJ/Dok

FEATURED

Anggaran Belum Cair, Bagaimana Nasib Atlet & Porprov 2026

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:55 WIB

Petugas KAI Daop 2 Bandung menutup salah satu perlintasan sebidang ilegal. PJ/Dok

FEATURED

Hindari Kecelakaan, KAI Tutup Puluhan Pintu Tak Terjaga

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:06 WIB