Sukabumi Jadi Pilot Project Program Satu Juta Nelayan Berdaulat

- Penulis

Senin, 22 Juli 2019 - 16:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB. SUKABUMI, PelitaJabar — Kabupaten Sukabumi dipilih sebagai Pelepasan Nelayan Pilot Project Program Satu Juta Nelayan Berdaulat.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan mengikuti kegiatan tersebut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ciwaru, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (20/7).

Program tersebut diluncurkan guna memaksimalkan potensi kekayaan laut Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada 2019, Program Satu Juta Nelayan Berdaulat menargetkan 300 Kabupaten/Kota yang berada di pesisir Indonesia dengan jumlah peserta minimal 300 ribu.

Luhut mengatakan, para nelayan bisa mengakses internet saat berlayar sejauh 60 kilometer dari pesisir.

“Nanti dari tengah laut sudah bisa transaksi. Nelayan bisa mulai menjual ikannya ataupun kebutuhan. Dan ter-sinkronisasi lewat Fish Mart,” ucapnya dalam rilis yang diterima PJ Senin (22/7)

Dikatakan, pihaknya tengah meningkatkan potensi laut Indonesia. Apalagi, saat ini, baru 7,5 persen kekayaan laut yang dapat dikelola. Padahal, Indonesia memiliki potensi di sektor maritim sebesar 1,3 triliun dollar AS per tahun.

Situasi tersebut terjadi karena dua hal, yakni minimnya teknologi dan kemampuan nelayan dalam menggunakan teknologi tergolong rendah. Maka itu, dalam Program Satu Juta Nelayan Berdaulat, ada pelatihan kepada 1.000 orang, yang terdiri dari nelayan, RT, pengurus koperasi nelayan, petugas TPI, dan pembina nelayan.

Salah satu bentuk pelatihan adalah cara menggunakan aplikasi Fish On, yang merupakan aplikasi berbasis android dengan fitur pencurian ikan, pengawetan ikan, penjualan ikan, dan lain sebagainya.

Selain Fish On, ada pula aplikasi penjualan dan manajemen gudang untuk koperasi nelayan, aplikasi lelang ikan online yang menghubungkan TPI, nelayan dan pedagang ikan, serta aplikasi website penjualan e-commerce ikan.

Sementara Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, program tersebut bisa berjalan apabila nelayan terlibat aktif.

“Jawa Barat mempunyai visi Jawa Barat Juara Lahir Batin, maka nelayannya juga harus juara,” ujarnya didampingi Bupati Sukabumi Marwan Hamami.

Nelayan, lanjutnya, harus punya kemauan. Selama ini kita hanya mengambil ikan, tetapi tidak di-manage.

“Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan para nelayan bisa mengambil ikan dengan maksimal dan mengelolanya dengan baik,” lanjutnya. Mal

Komentari

Berita Terkait

Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome
Studi Propagasi Gelombang Radio
Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan
Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar
Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai
Master Suryana Minta Ajang ITN Open IX 2026 Jaga Kualitas
Peran Amplifier dalam Sistem Telekomunikasi : Analisis Penguatan, Bandwidth, dan Kualitas Sinyal
Kajian Gangguan (Noise) dalam Sistem Telekomunikasi serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Sinyal

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:12 WIB

Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:21 WIB

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:08 WIB

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:14 WIB

Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:33 WIB

Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai

Berita Terbaru

Foto ilustrasi. Web

FEATURED

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:21 WIB

PT Adira Finance meluncurkan Hasanah, produk pembiyaan haji plus tanpa jaminan di Jakarta. PJ/Dok

EKONOMI

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:08 WIB

FEATURED

Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar

Kamis, 8 Jan 2026 - 15:14 WIB

Dr. Nuryadi. MPd

FEATURED

Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai

Rabu, 7 Jan 2026 - 20:33 WIB