BANDUNG, PelitaJabar – Melihat perolehan hasil tim sepak takraw Jawa Barat pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) sangat menyesakkan dada, tak ada sekeping medali pun. Kejadian yang sangat memalukan dan memprihatinkan. Bisa jadi disebut prestasi olahraga takraw Jawa Barat sangat berduka.
Pertanyaanya, apa sih yang sudah dilakukan para pembinanya?
“Ini jelas tanggungjawab pengurus dan para pembina sepak takraw di Jawa Barat. Apa yang sudah dilakukan untuk pembinaan. Dan program apa yang telah dilaksanakan,” kata pemerhati olahraga sepak takraw Jawa Barat Asep Purwantoro.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepada PJ Minggu malam 9 November 2025, Kang Aspur begitu dia akrab disapa menyebutkan 10 tahun terakhir kejuaraan dan kompetisi sangat jarang sekali dilakukan Pengprov Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jabar.
“Dari catatan saya, selama 10 tahun kebelakang sepak takraw di Jawa Barat tidak ada pembinaan yang dilakukan. Apakah lewat kompetisi berjenjang atau Kejurda. Jarang sekali dilakukan.”
“Yang terjadi hanyalah dengan mengandalkan kegiatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) dan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV). Itu pun merupakan program pemerintah,” papar Kang Aspur.
Lalu kemana saja induk organisasi Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jawa Barat? Apa saja program pembinaan yang telah dilakukan?
“Fenomena kegagalan tim sepak takraw Jawa Barat pada POPNAS 2025 kali ini menjadi satu catatan penting. Bahwa selama ini di Jawa Barat pembinaan Cabang Olahraga Sepak Takraw tidak terjadi atau tidak berjalan.” tambahnya.
Hanya sekedar nama saja Pengprov PSTI Jabar ada. Tapi di dalam nya Kosong alias “zonk”.
“Tak ada pembinaan dan tidak berfikir untuk melakukan pembinaan atlet yang berkesinambungan. Parah ini. Jika terus begini, sepak tarkraw Jabar tidak akan bisa bersaing dengan daerah lain,” cetus Kang Aspur dengan nada kecewa.
Pada POPNAS XVII 2025 lalu, Cabang Olahraga Sepak Takraw termasuk salah satu yang dipertandingan dengan nomor Double Event, Quadran, inter regu dan tim regu. Total jumlah 24 medali yang diperebutkan.
Tim Sepak Takraw Jawa Barat mengirimkan 12 atlet putra, 5 orang atlet putri serta 2 orang pelatih.
Sangat luar bisa, pada pertandingan itu Jabar tidak mendapatkan sekeping medali pun Zero alias nol besar.
Kang Aspur menambahkan menjelang Babak Kualifikasi (BK) Porprov) 2025 Cabang sepak takraw akan dilaksanakan dari tanggal 28 hingga 30 Nopember 2025.
Dari event ini kata Kang Aspur maka akan terkuak dan terdeteksi bahwa pembinaan sepak takraw tidak terjadi atau tidak ada sama sekali.
“Bahkan dipastikan akan bermunculan nanti atlet atlet sepak takraw Kabupaten dan Kota yang akan berlaga pada BK Kostrad Cilodong Depok, yang notebe merupakan atlet atlet pindahan dari luar provinsi Jawa Barat Mutasinya serba dadakan,” bebernya.
Perhelatan Pekan Olahraga Pelajar Nasional ( POPNAS ) XVII Tahun 2025 berlangsung di Jakarta 1 Nopember hingga 10 Nopember 2025 dengan mempertandingkan 23 Cabang Olahraga. Dan diikuti 38 Provinsi Se-Indonesia dengan Jumlah 5167 atlet.
Disebutkan Kang Aspur, — POPNAS merupakan wahana evaluasi hasil pembinaan prestasi olahraga pelajar.
“Termasuk beberapa Sentra Pembinaan olahraga Berbakat ( dulu PLLP) dan SMAN. OR di masing masing Provinsi. POPNAS digelar setiap 2 tahun sekali.”
“Prestasi Jawa Barat pada tahun sebelum nya sangat mempuni. Menjadi juara umum tahun 2015, 2017, dan 2019 relevan dengan prestasi PON,”jelasnya.
Namun kondisi saat ini berbalik. Jawa Barat pada POPNAS XVII 2025 kali ini hanya bertengger di posisi ke-4 dengan perolehan medali 39 Emas 46 perak dan 61 perunggu. Di bawah Jawa timur, Jateng dan DKI. Jakarta sebagai Juara Umum. Joel
Berikut perolehan medali Cabang Sepak Takraw POPNAS XVII tahun 2025 :
1. Jawa Tengah 2 – 1 – 1
2. Riau 2 – 0 – 0
3. Sulsel 1 – 2 – 1
4. Gorontalo. 1 – 0 – 0
5. DKI. 0 – 3 – 2
6. Jatim 0 – 2 – 1
7. Kepri 0 – 1 – 1
8. DIY. 0 – 1 – 0
9. Sulteng. 0 – 1 – 0
10. Jawa Barat 0 – 0 – 0









