Waspada, Kabel Semrawut di Kota Bandung Ancam Keselamatan

- Penulis

Rabu, 7 Desember 2022 - 06:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Setelah sampah berserakan di beberapa ruas Kota Bandung, kini giliran kabel listrik bertebaran dimana mana. Ibarat benang kusut, pemandangan tak sedap dilihat itu, kini menghiasi Kota dengan julukan Paris Van Java.

Tak hanya itu, kabel-kabel listrik tersebut, tentunya juga sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Jika kabel semrawut itu putus, dikhawatirkan mengancam keselamatan jiwa anda.

Deny Zaelani seorang peneliti sekaligus praktisi tata ruang menilai, Pemerintah Kota Bandung telah gagal memanfaatkan tata ruang sebagaimana mestinya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal menurutnya, di Kota Bandung itu banyak pakar tata ruang yang bisa diajak berkolaborasi untuk memanfaatkan disiplin ilmu yang dimiliki.

‘Semua itu kembali kepada niatan pimipinannya (Wali Kota). Tata ruang ini artinya setiap ruang yang ada harus ditata, bukan malah dibiarkan berjalan apa adanya,’ papar Deni kepada media Senin 5 Desember 2022.

Dikatakan, di dalam tata ruang itu ada berbagai disiplin ilmu. Namun anehnya, semakin ke sini Kota Bandung semakin tidak beraturan.

‘Coba lihat, kabel-kabel semrawut yang mengganggu keamanan dan kenyamanan di jalan. Seharusnya kan pemerintah Kota Bandung memfasilitasi atau menyediakan tempat (ducting) bagi kabel-kabel tersebut supaya aman dan tidak merusak pemandangan. Ini bagian dari tata ruang,’ tegasnya.

Dia juga menyoroti pedestrian (trotoar) yang kini beralih fungsi menjadi lahan berjualan pedagang kaki lima (PKL).

‘Kondisi pedestrian banyak yang sudah beralihfungsi menjadi sarana PKL berjualan. Ini kan sudah merampas hak para pejalan kaki. Jadi sekali lagi saya tegaskan kalau pemerintah Kota Bandung telah gagal memanfaatkan tata ruang sebagaimana mestinya,’ pungkasnya. ***

Komentari

Berita Terkait

Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno
Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman
Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI
Bantu Masyarakat, KAI Daop 2 Bandung Serahkan TJSL Rp 1 Milyar Lebih
Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda
Satu Dekade IndonesiaNEXT, ITB Jadi Roadshow to Campus Pertama
Lemahnya Buffer Fisik dan Likuiditas Jadi Resiko Besar Bagi Indonesia
Pengangguran Capai 7,44 Persen, Pemkot Bandung Genjot Padat Karya

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 07:06 WIB

Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno

Kamis, 16 April 2026 - 23:37 WIB

Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman

Rabu, 15 April 2026 - 23:41 WIB

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 April 2026 - 13:45 WIB

Bantu Masyarakat, KAI Daop 2 Bandung Serahkan TJSL Rp 1 Milyar Lebih

Rabu, 15 April 2026 - 08:53 WIB

Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda

Berita Terbaru

Dihadapan puluhan awak media, Epriyanto menyebut Musda pada 14 Februari lalu sah dan memenuhi aturan bahkan dihadiri perwakilan KONI Jabar dan DPP PERBASI. PJ/Joel

FEATURED

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:41 WIB

TP PKK Jabar resmi membuka Babak Penyisihan Wilayah I Lomba Paduan Suara

FEATURED

Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda

Rabu, 15 Apr 2026 - 08:53 WIB