BANDUNG,PelitaJabar – Gangguan pada sistem pencernaan kerap dianggap sebagai keluhan biasa. Padahal, jika diabaikan, masalah tersebut dapat memengaruhi kondisi kesehatan secara lebih luas.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, dr. Agung Firmansyah Sumantri, mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan kesehatan pencernaan. Menurutnya, menjaga kesehatan sistem pencernaan merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan kualitas hidup.
Pesan tersebut disampaikan dr. Agung dalam momentum World Digestive Health Day 2026 yang berlangsung di Hotel Gaia, Bandung, Minggu (7/6/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Rise Up Your Gut”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai perhatian terhadap kesehatan pencernaan tidak cukup dilakukan ketika seseorang sudah mengalami gangguan. Kesadaran untuk menjaga pola makan dan gaya hidup sehat perlu dibangun sejak dini.
“Pencernaan yang sehat menjadi salah satu kunci utama menjaga daya tahan tubuh dan kualitas hidup. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan pola makan, asupan gizi, hingga gaya hidup sehari-hari,” ujarnya.
Menurut dr. Agung, langkah pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, memperbanyak asupan serat, mencukupi kebutuhan air putih, serta mengurangi konsumsi makanan cepat saji.
Selain pola makan, faktor gaya hidup juga perlu mendapat perhatian. Stres dan kebiasaan hidup yang kurang sehat, kata dia, dapat turut memengaruhi kondisi sistem pencernaan.
Karena itu, edukasi mengenai kesehatan pencernaan dinilai perlu diperluas. Masyarakat tidak hanya perlu mengetahui cara mengobati gangguan kesehatan, tetapi juga memahami langkah-langkah pencegahan dan pentingnya pemeriksaan ketika muncul gejala yang tidak biasa.
Di sisi lain, dr. Agung mengingatkan masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan akses layanan kesehatan yang tersedia melalui program Universal Health Coverage (UHC).
Menurutnya, kemudahan akses layanan kesehatan semestinya dimanfaatkan untuk melakukan pemeriksaan, terutama ketika masyarakat mulai merasakan keluhan yang berulang atau mengganggu aktivitas.
“Dengan adanya UHC, masyarakat tidak perlu ragu untuk memeriksakan kesehatannya. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penyakit yang lebih serius,” katanya.
Ia berharap peringatan World Digestive Health Day tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan.
Kesadaran tersebut, lanjutnya, dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari yang sederhana namun dilakukan secara konsisten.
“Jangan menunggu sakit untuk mulai peduli kesehatan. Mulailah dari kebiasaan kecil yang konsisten demi kualitas hidup yang lebih baik,” pungkasnya.








